(Taiwan, ROC) --- Seorang wanita berusia 43 tahun mendaki gunung bersama teman-temannya di akhir pekan. Saat itu, suhu di seluruh Taiwan (yang terasa di badan/feels like) lebih dari 40C.
Sang wanita bersangkutan berada di tempat tanpa perlindungan dari terpaan sinar matahari, dan mengalami dehidrasi parah sehingga akhirnya pingsan tak sadarkan diri.
Saat dilarikan ke unit gawat darurat, suhu tubuhnya mencapai 40,9C dan sempat kritis. Saat ini, wanita bersangkutan masih dalam observasi di ruang perawatan intensif.

圖/YOUTUBE
Selain itu, seorang pria berusia 70-an juga mengalami kejadian serupa. Ia kepanasan dan pingsan saat sedang bersepeda mengumpulkan barang bekas di bawah terik matahari.
Pada hari Sabtu kemarin (22/6), sekitar pukul 21.23, seorang wanita berkewarganegaraan Thailand dilarikan ke unit gawat darurat rumah sakit dengan ambulans. Ia tidak sadarkan diri dan kedua tangannya kejang. Dokter mendiagnosisnya mengalami heat stroke (serangan hawa panas) dan situasinya sempat kritis.
Kepala Departemen Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Kristen Changhua, Lin Yen-ren (林晏任), mengatakan, "Ia dan teman-temannya pergi mendaki gunung. Setelah kembali, ia merasa tidak enak badan dan bahkan mengalami penurunan kesadaran."
Wanita bersangkutan diketahui berkeringat sangat banyak setelah mendaki gunung dan kehilangan banyak cairan. Saat itu, ia tidak berada di tempat teduh dan tidak menggunakan payung.
Tubuhnya tidak kuat menahan paparan suhu tinggi (panas). Saat tiba di rumah sakit, suhu tubuhnya mencapai 40,9C, detak jantungnya 148, dan tekanan darahnya melonjak hingga 145.
Tim medis di unit gawat darurat segera memberinya infus dan menurunkan suhu tubuhnya. Saat ini, ia masih dalam observasi tim dokter di ruang perawatan intensif.
"Heat stroke dapat menyebabkan kerusakan pada banyak organ, seperti sepsis, dan dapat menyebabkan kegagalan multi-organ," lanjut Lin Yen-ren.
![]()
圖/今日新聞
Pada akhir pekan tanggal 22 Juni dan 23 Juni, suhu di seluruh Taiwan melonjak tinggi. Seorang pria berusia 70-an juga dilarikan ke rumah sakit setelah pingsan karena kepanasan saat sedang bersepeda mengumpulkan barang bekas.
Dokter yang menangani mengatakan bahwa pria tua bersangkutan segera mencari pertolongan medis setelah merasa tidak enak badan dan diizinkan pulang pada hari yang sama.
Ia pingsan saat sedang mengumpulkan barang bekas di bawah terik matahari tanpa dibekali satu perlindungan apa pun. Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga tubuh agar tidak sampai mengalami dehidrasi, dan beristirahat dengan cukup.
Data statistik juga menunjukkan bahwa pada akhir pekan lalu, Rumah Sakit Kristen Changhua menerima dua kasus heat stroke (serangan hawa panas) dan 15 kasus kelelahan akibat panas. Kasus stroke dan serangan jantung juga meningkat sebesar 12%.
Dokter juga mengingatkan bahwa sering berpindah tempat dari luar ruangan yang panas ke dalam ruangan ber-AC, juga dapat menyebabkan heat stroke dan pusing.
Sehingga melindungi diri dari sinar matahari saat cuaca panas menjadi sangat penting adanya.