History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Gelombang Panas Ekstrem Melanda! Musim Panas Ini Berpotensi Jadi yang “Terpanas dalam Sejarah”, Ribuan Warga Meninggal di Kota Suci Mekkah Saat Menunaikan Ibadah Haji

  • 22 June, 2024
  • 尤繼富
Gelombang Panas Ekstrem Melanda! Musim Panas Ini Berpotensi Jadi yang “Terpanas dalam Sejarah”, Ribuan Warga Meninggal di Kota Suci Mekkah Saat Menunaikan Ibadah Haji
Gelombang Panas Ekstrem Melanda! Musim Panas Ini Berpotensi Jadi yang “Terpanas dalam Sejarah”, Ribuan Warga Meninggal di Kota Suci Mekkah Saat Menunaikan Ibadah Haji 圖/中央社

(Taiwan, ROC) --- Saat ini, gelombang panas yang mematikan tengah melanda banyak negara. Setelah sebelumnya dikabarkan ribuan jemaah haji meninggal dunia di kota suci Mekah, Arab Saudi, kini kota-kota di empat benua juga terdampak.

Di Asia dan Eropa, bahkan mungkin ada ratusan hingga ribuan orang meninggal dunia. Perubahan iklim kemungkinan besar kembali memicu suhu tinggi, melampaui rekor yang baru saja tercatat tahun lalu.

Media Reuters melaporkan bahwa suhu ekstrem saat ini terjadi di seluruh dunia, termasuk Amerika Utara, Asia Tenggara, dan Asia Selatan.

Di Eropa dan Asia, ratusan bahkan mungkin ribuan orang telah meninggal dunia. Contohnya di kota suci Mekah, suhu di atas 50C telah menyebabkan banyak jemaah haji meninggal dunia karena tidak tahan panas. Hingga saat ini, sudah ada ribuan korban jiwa.

圖/THE GUARDIAN

Pada tanggal 20 Juni 2024, Departemen Keamanan Medis Mesir juga mengungkapkan bahwa setidaknya 530 warga Mesir meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji, dan 40 lainnya masih hilang.

Di Eropa, negara-negara di sekitar Mediterania mengalami gelombang panas selama seminggu, yang menyebabkan kebakaran hutan di Portugal, Yunani, dan Aljazair di pantai utara Afrika.

Ahli meteorologi Serbia memperkirakan suhu minggu ini akan mencapai sekitar 40C, mendorong otoritas kesehatan setempat untuk mengeluarkan peringatan cuaca panas dan menyarankan masyarakat untuk tidak mengambil risiko dengan keluar rumah.

Selain itu, suhu panas ekstrem juga telah menyebabkan banyak turis meninggal atau hilang. Seorang turis Amerika Serikat berusia 55 tahun ditemukan tewas karena kepanasan di Yunani, menjadikannya kasus kematian turis ketiga dalam seminggu terakhir.

Tidak hanya itu, sebagian besar wilayah timur Amerika Serikat juga telah diselimuti kubah panas selama empat hari berturut-turut. Dikabarkan hampir 100 juta orang Amerika Serikat menerima peringatan suhu panas ekstrem pada tanggal 20 Juni 2024.

Kota New York bahkan membuka "pusat pendingin darurat" di perpustakaan, pusat lansia, dan fasilitas lainnya. Beberapa daerah juga meliburkan siswa lebih awal untuk menghindari panas terik.

聖城麥加氣溫飆破攝氏50度逾550名朝聖客被熱死| 世界萬象| 全球| 聯合新聞網

圖/UDN

Layanan cuaca Amerika Serikat juga mengeluarkan peringatan suhu panas untuk sebagian wilayah Arizona, termasuk Phoenix, dengan suhu diperkirakan mencapai 45,5C.

Di New Mexico, panas ekstrem telah memicu dua kebakaran hutan yang menyebar dengan cepat, menghanguskan 2,3 juta hektar lahan, menghancurkan 500 rumah, dan menewaskan dua orang.

Di India, meskipun saat ini telah memasuki musim hujan, tetapi kawasan New Delhi telah mengalami malam terpanas dalam 55 tahun belakangan pada tanggal 19 Juni 2024, dengan suhu mencapai 35,2C.

Menurut data dari departemen meteorologi setempat, semenjak 14 Mei 2024, suhu maksimum di New Delhi telah melebihi 40C selama 38 hari berturut-turut.

Semenjak tanggal 1 Maret dan 18 Juni, ada lebih dari 40.000 kasus dugaan sengatan panas dan setidaknya ada 110 kematian di sana.

Menanggapi hal ini, Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization) menyatakan, ada kemungkinan 86% bahwa suhu panas dalam lima tahun ke depan akan melebihi tahun 2023, dan berkemungkinan akan menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat.

Komentar

Terbarumore