(Taiwan, ROC) --- Beberapa pesawat sipil Tiongkok terbang melintasi wilayah udara Kinmen pada Senin kemarin (17/6), yang mana kemudian memicu perhatian masyarakat.
Saat berada di Yuan Legislatif pada Selasa hari ini (18/6), Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) menyampaikan bahwa setelah menghubungi otoritas penerbangan sipil Tiongkok, mereka menjelaskan bahwa rute penerbangan diubah karena faktor cuaca.
Pihak Taiwan memahami situasi tersebut dan meminta agar pesawat Tiongkok tidak memasuki wilayah udara Kinmen dan Matsu. Kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan.
PM Cho Jung-tai menekankan bahwa pemerintah secara ketat memantau dan mengawasi situasi tersebut, dan tidak ada insiden yang terjadi. Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang.
Beberapa pesawat sipil Tiongkok terbang melintasi wilayah udara Kinmen pada tanggal 17 Juni 2024, yang kemudian memicu diskusi luas.
PM Cho Jung-tai menyampaikan bahwa pihak militer telah memantau dengan cermat dan mengidentifikasi, dan menanggapi setiap anomali di wilayah udara Taiwan.
Cho Jung-tai mengatakan bahwa otoritas penerbangan sipil Tiongkok menghubungi Taiwan kemarin, menjelaskan bahwa rute penerbangan sedikit diubah karena faktor cuaca. Pihak Taiwan memahami situasi tersebut dan meminta agar pesawat Tiongkok tidak memasuki wilayah udara Kinmen dan Matsu. Kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan.
PM mengatakan bahwa militer akan terus memantau kasus serupa dengan ketat dan meminta masyarakat untuk tetap tenang.
PM Cho Jung-tai mengatakan, "Setelah menghubungi otoritas penerbangan sipil Tiongkok, mereka menjelaskan bahwa rute penerbangan sedikit diubah untuk menghindari pengaruh cuaca. Kami memahami situasi tersebut dan meminta agar pesawat Tiongkok tidak memasuki wilayah udara Kinmen dan Matsu dalam keadaan apa pun. Kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan. Kami akan terus memantau dan mengawasi situasi ini dengan ketat. Tidak ada insiden yang terjadi. Militer akan terus memantau kasus serupa dengan ketat. Mohon masyarakat untuk tenang, tidak ada masalah."
Kabinet baru telah menjabat selama hampir sebulan. Media melaporkan bahwa interaksi antara tim kabinet dengan anggota legislator dari Partai Progresif Demokratik di Yuan Legislatif tidak begitu baik, dan beberapa orang di partai tersebut secara satire menyebut kabinet baru sebagai "kabinet alien".
Mengenai hal ini, PM Cho Jung-tai mengatakan bahwa kabinet baru telah menjabat selama hampir sebulan dan semua pihak memperhatikan kinerja kabinet. Situasi yang disebutkan dalam laporan tersebut mungkin terjadi setengah bulan yang lalu, ketika mungkin ada beberapa kesalahpahaman yang terjadi.
Namun, setelah 4 kali makan malam dengan anggota legislator dan banyak pertanyaan serta interaksi di Yuan Legislatif, kedua belah pihak menjadi lebih akrab dan hubungannya lebih baik dari sebelumnya.
Mengenai jajak pendapat oleh Taiwanese Public Opinion Foundation yang menunjukkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja kabinet baru mencapai 43%, PM Cho Jung-tai mengatakan bahwa jajak pendapat adalah indikator.
Kabinet akan bekerja keras untuk meningkatkan aspek yang kurang baik dan menghargai dorongan yang diterima. Ia berharap bahwa setelah sebulan menjabat, masyarakat akan lebih memahami arah masa depan dan fokus kebijakan kabinet.