(Taiwan, ROC) --- Nelayan di Penghu menyaksikan sebuah kapal selam Tiongkok muncul ke permukaan laut di dekat garis tengah Selat Taiwan pada Selasa pagi hari ini (18/6). Kapal selam tersebut kemudian berlayar menuju Tiongkok dikawal oleh sebuah kapal perang yang datang memberikan bantuan.
Menanggapi hal di atas, Menteri Pertahanan Nasional (MND), Wellington Koo (顧立雄), di Yuan Legislatif pada Selasa hari ini (18/6) menyampaikan bahwa militer telah memahami peristiwa tersebut melalui intelijen dan pengawasan, tetapi tidak bisa mengungkapkan detailnya.
Saat sedang menangkap ikan di dekat garis tengah Selat Taiwan pada Selasa pagi hari tanggal (18/6), nelayan Penghu menyaksikan sebuah kapal selam muncul ke permukaan laut. Tak lama kemudian, sebuah kapal perang datang untuk memberikan bantuan.
Kapal selam tersebut kemudian berlayar menuju Tiongkok dengan kawalan kapal perang. Berdasarkan foto-foto yang beredar, beberapa pengamat militer berspekulasi bahwa kapal selam tersebut adalah kapal selam nuklir tipe 096 submarine terbaru milik Tiongkok.
Menanggapi keberadaan kapal selam Tiongkok di perairan Penghu dekat garis tengah Selat Taiwan, Menteri Wellington Koo menyampaikan bahwa pihak militer telah memahami situasi tersebut melalui intelijen dan pengawasan, tetapi tidak bisa mengungkapkan detailnya.
Wellington Koo mengatakan, "Benar, kami telah memahami situasi melalui intelijen dan pengawasan terkait, tetapi saya rasa tidak pantas untuk mengungkapkan detail intelijen dan pengawasan di sini. (Reporter: Apakah Anda mengetahui jenis kapal dan tujuannya?) Saya rasa detailnya akan kami simpan untuk sementara waktu."
Latihan Han Kuang ke-40 akan dimulai bulan depan, tetapi pembatalan skenario "Tentara Merah" tahun ini telah memicu diskusi.
Menteri MND Wellington Koo menjelaskan bahwa pembatalan tersebut dikarenakan latihan tahun ini ingin fokus pada simulasi skenario realistis yang dikeluarkan oleh pusat komando gabungan untuk verifikasi melalui simulasi komputer, sehingga tidak perlu melakukan latihan konfrontatif.
Verifikasi melalui simulasi skenario realistis dianggap lebih tepat. Menteri MND juga menekankan bahwa keputusan ini tidak terkait dengan faktor sensitif seperti yang dispekulasikan.
Dalam sebuah wawancara eksklusif, Direktur American Institute in Taiwan (AIT), Sandra Oudkirk, menyarankan agar Taiwan tidak boleh abai terhadap ancaman Tiongkok. Wellington Koo menyatakan kesetujuannya terhadap pernyataan Oudkirk.
Ia menekankan bahwa Taiwan harus waspada terhadap taktik zona abu-abu dan kesiapan tempur Tiongkok, dan masyarakat perlu memahami upaya Tiongkok untuk mengubah status quo secara sepihak.
Wellington Koo menegaskan bahwa Taiwan tidak boleh panik atau abai, melainkan harus merespons dengan tenang dan rasional. Taiwan tidak akan menjadi provokator, dan ia juga mengimbau Tiongkok untuk tidak menjadi pembuat onar.