(Taiwan, ROC) --- Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) menyampaikan bahwa baru-baru ini semakin banyak orang Taiwan yang menunjukkan tanda-tanda terkena sengatan hawa panas (heatstroke).
Data kunjungan UGD menunjukkan bahwa pada selama bulan April tahun 2024 terdapat 231 kunjungan akibat heatstroke, angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2022 dengan 124 kunjungan, dan tahun 2023 dengan 111 kunjungan, yang berarti hampir meningkat dua kali lipat.
National Health Administration (NHA) menyatakan bahwa ketika suhu dan kelembaban udara meningkat, maka tubuh akan kesulitan berkeringat. Jika asupan cairan tidak mencukupi, suhu tubuh akan meningkat, sehingga meningkatkan risiko terkena sengatan hawa panas.

圖/民視新聞
Setelah liburan Festival Perahu Naga, musim panas di Taiwan secara resmi tiba. Oleh karena itu, NHA kembali mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mencegah terserang heatstroke.
Kepala NHA, Wu Chao-chun (吳昭軍), mengingatkan masyarakat untuk menghindari atau mengurangi terkena paparan sinar matahari langsung saat beraktivitas di luar ruangan, terutama bagi enam kelompok masyarakat, masing-masing bayi dan anak kecil, lansia di atas 65 tahun, penderita penyakit kronis, pekerja lapangan, atlet, dan orang dengan kelebihan berat badan.
Kelompok-kelompok ini harus lebih waspada karena sengatan hawa panas dapat berdampak serius pada kesehatan. Selain itu, NHA juga memberikan tiga tips utama untuk mencegah sengatan panas, yaitu "Tetap Sejuk, Cukup Cairan, dan Waspada".
Tips pertama adalah "Tetap Sejuk". NHA menganjurkan untuk mengenakan pakaian yang ringan, berwarna terang, longgar, berventilasi baik, dan melindungi dari sinar UV.
Untuk aktivitas di luar ruangan, gunakan alat pelindung diri dari sinar matahari sesuai kebutuhan, seperti topi dan kacamata hitam, serta pilihlah pakaian yang dapat membantu menyebarkan hawa panas.
Selain itu, usahakan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung, misalnya dengan memasang tirai pada jendela di dalam ruangan, mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak diperlukan untuk mengurangi panas.
Jika berada di dalam mobil, jangan pernah meninggalkan anak-anak atau hewan peliharaan sendirian di dalam mobil, baik dengan atau tanpa AC, karena hal ini sangat berbahaya.
Selain itu, Anda juga dapat meningkatkan sirkulasi udara untuk mempercepat proses pendinginan, misalnya dengan membuka jendela untuk meningkatkan aliran udara, menyiramkan air untuk menurunkan suhu, meningkatkan ventilasi, atau menggunakan pendingin ruangan.

圖/聯合報
Anda juga dapat memilih tempat beristirahat yang tepat, seperti tempat yang sejuk, berventilasi, atau ber-AC di dalam ruangan. Bagi pekerja lapangan, pemberi kerja harus menyediakan tempat istirahat yang memadai dan menghindari paparan suhu tinggi atau sinar matahari secara langsung dalam waktu lama untuk mengurangi risiko sengatan hawa panas.
Tips kedua adalah "Cukup Cairan". Disarankan untuk minum secara teratur dan jangan menunggu hingga merasa haus. Usahakan untuk minum setidaknya 2.000 ml air putih setiap hari. Namun, saran ini tidak berlaku bagi penderita penyakit tertentu atau mereka yang dibatasi asupan cairannya berdasarkan anjuran dokter.
Selain itu, bagi mereka yang melakukan aktivitas atau pekerjaan berat dalam waktu lama, disarankan untuk mengonsumsi minuman elektrolit. Hal ini karena pada musim panas, tubuh mudah kehilangan banyak cairan dan elektrolit. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi minuman yang mengandung elektrolit untuk mencegah dehidrasi, kram panas, lemas, pusing, dan kejang.

圖/WOMEN'S HEALTH
Tips ketiga adalah "Meningkatkan Kewaspadaan". Perhatikan prakiraan cuaca, jika Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) mengeluarkan peringatan suhu tinggi (terik), maka bayi, anak kecil, dan lansia harus menghindari keluar rumah antara pukul 10.00 hingga 14.00.
Jika harus keluar rumah, maka disarankan untuk berjalan di tempat teduh dan menggunakan pelindung dari sinar matahari. Selama periode ini, perhatikan juga kondisi fisik dan mental Anda, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan atau berolahraga. Perhatikan kondisi tubuh Anda dan orang di sekitar Anda. Jika suhu tubuh meningkat, kulit terasa panas dan memerah, serta detak jantung meningkat, segera beristirahat dan minum air.
Jika terjadi kondisi yang lebih serius, seperti tidak dapat berkeringat, sakit kepala, pusing, mual, muntah, ling lung, kejang, atau bahkan pingsan, segera cari tempat yang lebih dingin dan turunkan suhu tubuh (misalnya dengan melonggarkan pakaian, mengompres tubuh dengan air dingin, atau mengipasi badan). Segera cari pertolongan medis jika diperlukan.