(Taiwan, ROC) - Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) pada hari Minggu melakukan perjalanan publik pertamanya ke Kabupaten Hualien setelah menjabat pada tanggal 20 Mei, dan bertemu dengan sekelompok warga Jepang yang menetap di Taiwan, yang sedang mengadakan kunjungan dua hari di Hualien untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap industri pariwisata di wilayah tersebut yang terkena dampak gempa bumi baru-baru ini.
Dalam pertemuan dengan rombongan tur di Pine Garden, bekas kantor militer Jepang di Kota Hualien pada masa pemerintahan kolonial Jepang, Hsiao memuji persahabatan yang mendalam antara Taiwan dan Jepang.
Dia mengatakan bahwa ketika terjadi gempa bumi di Jepang, Taiwan selalu menjadi salah satu pihak pertama yang menunjukkan kepeduliannya, begitu pula ketika gempa bumi berkekuatan 7,4 SR melanda Hualien di pantai timur Taiwan pada tanggal 3 April, pemerintah dan masyarakat Jepang segera memberikan donasi dan kini mengambil tindakan nyata dengan mengunjungi Hualien untuk membantu pemulihan pariwisata pasca bencana.
Perjalanan tersebut diselenggarakan oleh kelompok yang terdiri dari sekitar 40 warga Jepang yang tinggal di Taiwan dan juga warga Taiwan, termasuk Perwakilan Jepang untuk Taiwan, Kazuyuki Katayama.
Menurut Hsiao yang pernah menjabat sebagai legislator untuk wilayah Hualien sepanjang 8 tahun, setelah gempa bumi tanggal 3 April dan rangkaian gempa susulan, pemerintah telah mengaktifkan operasi penyelamatan dan upaya pemulihan, termasuk membantu menghidupkan kembali bisnis lokal di Hualien yang terdampak berat.
Hsiao mengatakan dia secara pribadi berencana mengundang perwakilan dari misi diplomatik dan kantor luar negeri di Taiwan untuk mengunjungi Hualien dan akan bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk merencanakan acara yang relevan guna membantu revitalisasi bisnis lokal.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Katayama yang memimpin kelompok tersebut untuk mengunjungi Hualien, dan berharap bahwa foto-foto pemandangan indah yang mereka ambil akan membantu menarik lebih banyak penduduk Jepang di Taiwan untuk melakukan perjalanan ke wilayah tersebut.
Menurut manajemen taman, jumlah pengunjung ke Pine Garden telah menurun dari 300 menjadi 30 orang per hari setelah gempa bumi 3 April.