History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Ratusan Orang Turun ke Jalanan di Taipei untuk Mendukung Hong Kong pada Peringatan Gerakan Anti-RUU Ekstradisi

  • 10 June, 2024
  • 陳志勇
Ratusan Orang Turun ke Jalanan di Taipei untuk Mendukung Hong Kong pada Peringatan Gerakan Anti-RUU Ekstradisi
Ratusan Orang Turun ke Jalanan di Taipei untuk Mendukung Hong Kong pada Peringatan Gerakan Anti-RUU Ekstradisi

(Taiwan, ROC) - Sekitar 600 orang turun ke jalanan di Taipei pada hari Minggu untuk menunjukkan solidaritas terhadap Hong Kong dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh kelompok pengasingan Hong Kong Outlanders yang berbasis di Taiwan dan kelompok sipil lainnya untuk memperingati lima tahun protes massal terhadap revisi undang-undang yang memungkinkan ekstradisi warga Hong Kong ke Daratan Tiongkok.

Melambaikan plakat dengan slogan-slogan seperti "Berjuang untuk Demokrasi" dan "HK & TW Berdiri Bersama", para peserta yang sebagian besar adalah warga Hong Kong dan Taiwan, berbaris dari Liberty Square ke Nishi Honganji Square, meneriakkan slogan-slogan untuk mendukung Hong Kong dalam bahasa Kanton, Mandarin, dan Inggris.

Setelah tiba di tempat tujuan, serangkaian pidato singkat disampaikan oleh sejumlah pembela hak asasi manusia dari Taiwan dan Hong Kong, menyerukan terus diperhatikannya situasi di Hong Kong.

Sky Fung (馮詔天), sekretaris jenderal Hong Kong Outlanders, mengatakan bahwa penyelenggara memilih 9 Juni sebagai tanggal demonstrasi karena lima tahun yang lalu pada hari ini, 1,03 juta orang turun ke jalanan di Hong Kong untuk mengikuti aksi demo besar-besaran pertama dalam Gerakan Anti-RUU Ekstradisi Hong Kong 2019-2020.

Gerakan tersebut kemudian berkembang menjadi serangkaian protes terhadap proposal undang-undang yang mengizinkan ekstradisi ke Daratan Tiongkok, yang memicu kekhawatiran luas atas terkikisnya otonomi dan keindependenan yudisial di Hong Kong, bekas jajahan Inggris dan Daerah Administratif Khusus Tiongkok.

Bersamaan dengan tuntutan lain seperti penerapan hak pilih universal, rangkaian demonstrasi terbesar dalam sejarah Hong Kong ini berlangsung sekitar satu tahun hingga undang-undang keamanan nasional Hong Kong mulai berlaku pada tanggal 30 Juni 2020.

Menurut Fung, selama lima tahun terakhir, tingkat perhatian terhadap Hong Kong sangat tinggi di Taiwan dibandingkan belahan dunia lainnya, dan pemerintah Taiwan diharapkan dapat lebih meningkatkan kebijakan terkait Hong Kong dan warga Hong Kong di Taiwan, khususnya skema imigrasi khusus mirip pemberian suaka bagi aktivis Hong Kong yang melarikan diri ke Taiwan.

Unjuk rasa pada hari Minggu diakhiri dengan para peserta bersama-sama menyanyikan “Apakah Anda Mendengar Rakyat Bernyanyi” dan “Kemuliaan bagi Hong Kong”, lagu protes yang kini dilarang untuk disiarkan atau didistribusikan di Hong Kong.

Komentar

Terbarumore