History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Hari Ini dalam Tradisi Tionghoa Adalah Festival Perahu Naga, Kenali Latar Belakang, Tradisi dan Pantangan di Hari Ini

  • 10 June, 2024
  • 尤繼富
Hari Ini dalam Tradisi Tionghoa Adalah Festival Perahu Naga, Kenali Latar Belakang, Tradisi dan Pantangan di Hari Ini
Hari Ini dalam Tradisi Tionghoa Adalah Hari Penting, Festival Perahu Naga, Kenali Latar Belakang, Tradisi dan Pantangan di Hari Ini 圖/工商時報

(Taiwan, ROC) --- Festival Perahu Naga adalah hari libur tradisional yang dirayakan di negara-negara dengan pengaruh budaya Tionghoa. Diperingati setiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan Lunar, festival ini menandai dimulainya musim panas dan diyakini sebagai waktu untuk mengusir roh jahat dan penyakit.

Sebagai salah satu dari empat festival terpenting bagi masyarakat Tionghoa, Festival Perahu Naga, bersama dengan Tahun Baru Imlek dan Festival Pertengahan Musim Gugur, dirayakan secara luas di Tiongkok, Hong Kong, Makau, Taiwan, Singapura, Malaysia, Jepang, Kepulauan Ryukyu, Semenanjung Korea, dan Vietnam.

Pada bulan September 2009, UNESCO secara resmi mengakui Festival Perahu Naga sebagai salah satu Karya Agung Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO, menjadikannya festival pertama dari Tiongkok yang menerima kehormatan tersebut.

Menurut legenda yang populer, Festival Perahu Naga diperingati untuk mengenang Qu Yuan (屈原), seorang penyair patriotik dari negara bagian Chu (楚國), yang menenggelamkan diri di Sungai Miluo (汨羅江) pada hari ini. Oleh karena itu, festival ini terkadang disebut sebagai Festival Penyair.

Ada juga yang mengatakan bahwa hari ini adalah peringatan kematian Wu Zi-xu (伍子胥), seorang pejabat setia dari negara bagian Wu (吳國).

Asal-usul Festival Perahu Naga masih diperdebatkan, dengan versi yang paling umum mengaitkannya dengan peringatan Qu Yuan atau Wu Zi-xu.

端午節是調整體質好時機!中醫師曝「養生秘訣」排濕、顧腸胃

Pada bulan September 2009, UNESCO secara resmi mengakui Festival Perahu Naga sebagai salah satu Karya Agung Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO. 圖/YAHOO TAIWAN

Namun, banyak tradisi yang terkait dengan festival ini sudah ada sebelum masa hidup Qu Yuan. Berbagai kebiasaan Festival Perahu Naga, seperti pantangan pada hari-hari sial dan lomba perahu naga, menunjukkan bahwa tradisi yang diturunkan dari generasi ke generasi mungkin merupakan perpaduan dari berbagai asal-usul.

Banyak kebiasaan Festival Perahu Naga yang bermakna mengusir roh jahat dan penyakit, yang berakar dari pantangan pada "hari-hari sial".

Secara tradisional, bulan kelima, yang jatuh pada pertengahan musim panas, dianggap sebagai "bulan sial" karena maraknya wabah penyakit. Sejak zaman kuno, orang-orang telah melakukan berbagai praktik pembersihan dan pengusiran roh jahat selama bulan kelima untuk mencegah penyakit.

"Xia Xiao Zheng 夏小正", sebuah buku yang ditulis pada Zaman Musim Semi dan Gugur, mencatat bahwa pada era kuno, orang-orang memiliki kebiasaan menyimpan Eupatorium fortunei untuk mandi dan memanen biji-bijian untuk dimasak menjadi sup kacang sebagai cara untuk mengatasi udara panas yang menyengat. Aktivitas selama periode ini terutama berpusat pada istirahat dan relaksasi.

"Kitab Ritus Li Ji - Yue Ling禮記·月令" mencatat bahwa puasa dan pantangan dianjurkan selama bulan kelima.

Bulan lunar kelima dalam penanggalan Lunar, yang jatuh pada awal musim panas, dikenal sebagai "bulan beracun 毒月" 圖/HMKCC

Ada banyak pantangan yang terkait dengan "bulan sial". Misalnya, "Fengsu Tongyi 風俗通義", yang ditulis oleh Ying Shao (應劭) dari Dinasti Han, mencatat pepatah populer pada saat itu seperti "Janganlah pejabat baru dilantik pada bulan kelima, atau mereka akan dipecat" dan "Jangan membangun rumah pada bulan kelima, atau penghuninya akan menjadi botak", yang mencerminkan pantangan di kala tersebut.

"Jingchu Suishiji 荊楚歲時記", sebuah buku yang ditulis oleh Zong Lin (宗懍) selama era Dinasti Liang Selatan yang memperkenalkan festival musiman, tradisi, dan cerita rakyat dari wilayah Jingchu kuno, menyatakan bahwa bulan kelima umumnya dikenal sebagai "bulan sial" dengan banyak pantangan.

Orang-orang dilarang menjemur tempat tidur, tikar jerami, dan barang-barang lainnya, dan juga dilarang membangun rumah. Hari kelima bulan kelima dianggap sebagai hari yang paling sial dalam setahun, hari yang paling tidak menguntungkan, sehingga orang-orang perlu menangkal roh jahat.

Aktivitas mendayung Perahu Naga juga telah dilakukan semenjak era Tiongkok kuno. 圖/古建家園

Adapun tradisi memperingati Qu Yuan pada Festival Perahu Naga, catatan tertulis paling awal adalah "Xu Qi Xie Ji 續齊諧記" oleh Wu Jun (吳均) dari Dinasti Liang Selatan.

Buku tersebut mencatat bahwa Qu Yuan bunuh diri dengan melompat ke Sungai Miluo pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Lunar, dan orang-orang Chu berduka dengan melemparkan tabung bambu berisi nasi ke dalam sungai untuk mengenangnya. 

"Catatan Adat Istiadat Xiangyang 襄陽風俗記" dari Dinasti Tang juga menyebutkan bahwa membungkus bakcang dengan bambu dan benang lima warna dimaksudkan untuk mencegah makanan persembahan untuk Qu Yuan dimakan naga.

Baca juga: Kisah Pilu di Balik Tradisi Makan Bacang Ketika Festival Perahu Naga

Pantangan Festival Perahu Naga

Berbagai kegiatan seperti makan bacang, mendirikan telur, dan tentu saja, lomba perahu naga, menjadi bagian tak terpisahkan dari Festival Perahu Naga.  Namun, di balik kemeriahannya, Festival Perahu Naga juga memiliki sejumlah pantangan yang perlu diperhatikan.   

Pakar Fengshui, Yang Teng-ke (楊登嵙), membagikan beberapa pantangan penting yang perlu diwaspadai selama festival ini, terutama satu benda yang harus selalu dibawa, karena kehilangan benda tersebut dipercaya dapat membawa kesialan sepanjang tahun.

Bulan lunar kelima dalam penanggalan Lunar, yang jatuh pada awal musim panas, dikenal sebagai "bulan beracun 毒月".  Selama bulan ini, terdapat sembilan hari yang dianggap sangat berbahaya karena dapat melemahkan tubuh dan menghabiskan energi vital, yang dikenal sebagai sembilan hari beracun. 

Pemandangan rumah-rumah yang dihiasi dengan 艾草 (mugwort/Artemisia argyi) dan 菖蒲 (jetingau/Acorus calamus) di depan pintu selama Festival Perahu Naga adalah tradisi yang bertujuan untuk mengusir roh jahat dan penyakit. 圖/LINE TODAY

Festival Perahu Naga, yang jatuh pada hari kelima bulan lunar kelima,  merupakan hari pertama dari sembilan hari beracun ini.  Yang Teng-ke, seorang pakar metafisika ternama, mengingatkan semua orang untuk mematuhi enam pantangan penting selama Festival Perahu Naga, terutama untuk tidak kehilangan “kantong wangi” (jimat penangkal roh jahat) mereka.  Kehilangan benda tersebut diyakini dapat mengundang kemalangan.

"香包" (Baca: Xiang Bao) adalah kantong wangi atau sachet kecil yang biasanya dipakai selama Festival Perahu Naga di budaya Tionghoa.  Mereka biasanya diisi dengan ramuan herbal Tiongkok yang harum atau bahan alami lainnya.

Kantong ini sering kali dibuat dengan kain berwarna-warni yang dijahit menjadi berbagai bentuk, seperti binatang, bunga, atau karakter keberuntungan. 

艾草流蘇三角小香包端午佳節送禮- 心願幸福婚禮小物

"香包" (Baca: Xiang Bao) adalah kantong wangi atau sachet kecil yang biasanya dipakai selama Festival Perahu Naga di budaya Tionghoa.  圖/幸福婚禮小禮物

Anak-anak biasanya memakainya sebagai aksesori yang meriah, dan dipercaya dapat memberikan efek positif, seperti:

1. Menangkal roh jahat

Aroma menyengat dari herbal diyakini dapat mengusir roh jahat dan nasib buruk.

2. Mencegah penyakit

Beberapa herbal dalam kantong wangi secara tradisional dikaitkan dengan khasiat penyembuhan dan pencegahan penyakit, terutama selama bulan-bulan musim panas ketika penyakit lebih sering terjadi.

3. Membawa keberuntungan: Bentuk dan warna kantong wangi juga dapat memiliki arti simbolis, seperti keberuntungan, umur panjang, atau perlindungan.

Xiang Bao bukan sekadar aksesori yang indah, tetapi juga memiliki makna budaya dan spiritual yang mendalam selama Festival Perahu Naga.

Pantangan Selama Festival Perahu Naga

1. Hindari Tempat dengan Energi Yin yang Kuat

Di hari Festival Perahu Naga, sebaiknya hindari tempat-tempat seperti kuburan atau krematorium yang memiliki energi Yin (negatif) yang kuat.  Menurut kepercayaan, banyak roh jahat bersembunyi di tempat-tempat ini selama periode lima hari beracun, termasuk hari Festival Perahu Naga. Jika memang terpaksa harus mengunjungi tempat seperti itu, pastikan untuk membawa kantong wangi atau benda pelindung lainnya untuk menangkal energi negatif.

2. Hindari Bermain Air di Laut

Ada kepercayaan turun-temurun yang mengatakan bahwa bermain air di laut selama Festival Perahu Naga dapat meningkatkan risiko menjadi korban roh air yang mencari pengganti.

3. Jangan Sampai Kehilangan Kantong Wangi (Jimat)

Pada hari Festival Perahu Naga, penting untuk selalu membawa kantong wangi untuk menangkal energi negatif. Kehilangan kantong wangi di hari ini dipercaya dapat mengundang kesialan sepanjang tahun. Namun, jika Anda kehilangannya, jangan terlalu khawatir. Anggap saja kantong wangi tersebut telah menyerap energi negatif untuk melindungi Anda. Segera kunjungi kuil dan dapatkan kantong wangi atau jimat pelindung yang baru.

4. Hindari Memberi Bacang dalam Bentuk Rangkaian

Saat memberikan bacang kepada orang lain, pastikan untuk memberikannya per biji, bukan dalam bentuk rangkaian. Jika Anda menerima bacang dalam bentuk rangkaian, pastikan untuk memisahkannya sebelum memakannya.

5. Hindari Hubungan Intim

Dipercaya bahwa melakukan hubungan intim di hari Festival Perahu Naga dapat membuat tubuh rentan terhadap energi negatif karena terlalu banyak melepas energi.

6. Hindari Mengucapkan "Selamat Festival Perahu Naga"

Hari Festival Perahu Naga adalah hari untuk mengenang pengorbanan Qu Yuan dan tokoh-tokoh penting lainnya. Oleh karena itu, hindari mengucapkan "Selamat Festival Perahu Naga". Sebagai gantinya, Anda dapat mengucapkan salam keberuntungan atau keselamatan.

Komentar

Terbarumore