History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Konferensi Keamanan Wilayah Laut Internasional 2024, Bangun Kesadaran dan Menjaga Keamanan Wilayah Laut Indo Pasifik

  • 07 June, 2024
  • 陳柏萇
Konferensi Keamanan Wilayah Laut Internasional 2024, Bangun Kesadaran dan Menjaga Keamanan Wilayah Laut Indo Pasifik
Konferensi Keamanan Wilayah Laut Internasional 2024, Bangun Kesadaran dan Menjaga Keamanan Wilayah Laut Indo Pasifik

(Taiwan, ROC) -- “Konferensi Keamanan Wilayah Laut Internasional 2024 ( atau 2024 International Conference on Sea Lane Security)” digelar pada hari ini (7/6) di Taipei Internasional Convention Center (TICC), dalam pertemuan membahas 3 isu utama yang mencakup “membangun kesadaran keamanan wilayah laut”, “memperluas jaringan penghubung laut dan satelit”, “memperkuat kesadaran maritim Indo Pasifik”. Wakil Menteri Dewan Urusan Kelautan (OAC) Wu Mei-hung (吳美紅) mengatakan, kebebasan navigasi kawasan Indo Pasifik dan keamanan regional sangat penting, melalui kerja sama dan upaya internasional, baru dapat mewujudkan nilai bersama dalam menjaga perdamaian.

Wamen Dewan Urusan kelautan menerangkan, pertemuan ini menekankan kerja sama sektor kelautan dengan negara-negara kawasan Indo Pasifik, menghadapi serangan RRT yang mengancam zona abu-abu. Saat bersamaan juga mengapresiasi banyak pakar dan utusan negara yang ikut berpartisipasi, hal ini menunjukkan setiap negara mementingkan keamanan jalur maritim.

Wu Mei-hung mengatakan, “Keamanan nasional, keamanan publik dan perdamaian diupayakan, agar laut disekeliling kita terjaga, kami melawan kontaminasi laut, membersihkan limbah laut, melindungi agar sumber daya laut tetap ada pengembangan berkelanjutan pada industri kelautan di masa mendatang dan lainnya, pihak kami Dewan Urusan Kelautan, mengemban satu tanggung jawab, kami akan memikul apa yang menjadi tanggung jawab kami, menghadapi segala kondisi yang terjadi.”

Salah satu penyelenggara sekaligus Kepala dari Institute of China and Asia Pasific Studies, Kuo Yu-jen (郭育仁) menyampaikan, setelah tahun 2012, negara-negara di kawasan mulai dari Samudra Hindia, Melaka, Laut Tiongkok Selatan, Selat Taiwan sepanjang jalur hingga Laut Timur, mengalami pergesekan dengan Negara Tirai Bambu, bagaimana memecahkan permasalahan yang ada, menjadi inti pembahasan untuk pertemuan ini.

Pertemuan kali ini juga membahas bagaimana memanfaatkan teknologi baru yang canggih, pengawasan satelit dan metode kerja sama intelijen internasional, untuk menghadapi invasi dari RRT di kawasan perairan Indo Pasifik. Diantaranya yang lebih difokuskan adalah “membangun kesadaran keamanan wilayah laut”. Kuo Jen-yu mengatakan,  “Yang utama adalah meningkatkan persepsi maritim dari semua negara, baru mampu meningkatkan kemampuan terpenting dari semua negara untuk melindungi keamanan jalur wilayah laut”.

Kuo Yu-jen mengatakan, pada tahun 2018 ancaman militer RRT menganggu wilayah laut, setelah dikuasai oleh Komisi Militer Pusat (KMP), kekuatan angkatan laut RRT terintegrasikan, semakin mudah untuk melakukan berbagai aktivitas di zona abu-abu, yang menjadi tantangan terberat bagi keamanan wilayah laut bagi setiap negara.

Komentar

Terbarumore