(Taiwan, ROC) -- Presiden Lai Ching-te (賴清德) hari Kamis ini (6/6) menerima kunjungan para pemenang medali dari Chinese Institute of Engineers (CIE). Dia mengungkapkan bahwa tujuan pemerintahan baru adalah membangun Taiwan baru yang cerdas dan berkelanjutan untuk menciptakan keajaiban ekonomi kedua Taiwan. Di masa depan, pemerintah akan memanfaatkan keunggulan Taiwan untuk mempromosikan industri kecerdasan buatan (AI), menerapkan AI di berbagai sektor industri, dan mendorong Taiwan menjadi pulau AI. Selain itu, pemerintah juga akan terus mengeksplorasi lautan, menjelajahi ruang angkasa, dan secara aktif berinvestasi dalam berbagai teknologi futuristik.
Saat menerima kunjungan, Presiden Lai Ching-te pertama-tama mengapresiasi pencapaian luar biasa dari semua pemenang penghargaan. Di antara mereka, dua orang yang menerima penghargaan yaitu Rektor Universitas Kelautan Nasional Taiwan (NTOU) Hsu Tai-wen (許泰文) dan Profesor Terhormat Universitas Nasional Chung Hsing (NCHU) Tsai Ching-piao (蔡清標), memiliki kinerja penelitian yang sangat luar biasa di bidang energi angin lepas pantai dan rekayasa kelautan. Keduanya pernah masuk dalam daftar 2% ilmuwan top dunia oleh Universitas Stanford Amerika Serikat, dan merupakan kebanggaan Taiwan.
Presiden Lai menunjukkan bahwa pertemuan tahunan CIE tahun ini sejalan dengan kebijakan Transformasi Emisi Nol Bersih 2050, dengan menetapkan tema "Inovasi Rekayasa untuk Keberlanjutan Cerdas". Dia berterima kasih kepada CIE yang membantu perkembangan industri Taiwan mengikuti perkembangan zaman dengan tindakan nyata, serta secara aktif mendorong Taiwan untuk terhubung dengan dunia untuk meningkatkan visibilitas Taiwan di kancah internasional.
Presiden Lai Ching-te mengatakan, “pemerintah akan berlanjut membantu pelaku usaha unit kecil menengah, untuk menerapkan transformasi nol karbon dan digitalisasi, perkembangan industri cerdas dan berteknologi emisi nol karbon, kami akan memanfaatkan keunggulan Taiwan, mempromosikan industri AI, manufaktur penggunaan AI, mempromosikan Taiwan sebagai pulau kecerdasan buatan, memandu perkembangan Taiwan pada era AI baru menjadi negara yang kuat dan memakmurkan masyarakat.”
Presiden Lai Ching-te mengemukakan, di masa mendatang Taiwan tidak hanya mengeksplorasi keunggulannya sebagai negara maritim, tetapi berlanjut mengembangkan sektor kelautan, juga bersaing dalam sektor antariksa, mengembangkan satelit orbit menengah dan rendah dan memasuki industri luar angkasa global. Saat bersamaan, agar Taiwan memiliki daya saing yang kompetitif dalam dunia, menempatkan diri pada posisi penting, juga aktif menginvestasikan diri dalam sektor teknologi canggih seperti komputer kuantum, robot dan kedokteran presisi, membawa perkembangan Taiwan secara menyeluruh. Beliau mengharapkan para insinyur yang hadir dapat berlanjut berkontribusi dan memberikan saran masukan, berupaya bersama dengan pemerintah untuk mempromosikan kemajuan dan kemakmuran negara.