(Taiwan, ROC) – Menteri Pertahanan Nasional (MND) Taiwan yang baru, Wellington Koo (顧立雄) untuk pertama kalinya berkunjung ke Yuan Legislatif pada pagi Kamis ini (6/6) untuk memberikan laporan dan diinterpelasi. Dalam wawancaranya sebelum pertemuan, Wellington Koo ditanyai, terkait penegasan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden untuk mendukung penggunaan kekuatan militer untuk melindungi Taiwan. Wellington Koo merespons, hal ini menandakan betapa pentingnya Taiwan.
Dalam wawancaranya dengan majalah Time baru-baru ini, Presiden Biden menegaskan kembali bahwa ia tidak akan mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk melindungi Taiwan. Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo merespons dalam sebuah wawancara dengan media di Yuan Legislatif pada pagi hari Kamis. (6/6), bahwa pernyataan Presiden Biden perlu dilihat dalam konteks pidato-pidato di masa lalu. Hal ini sebenarnya menunjukkan betapa pentingnya Taiwan dalam keamanan global, tapi Taiwan masih perlu memperkuat kekuatan pertahanan dirinya. Wellington Koo mengatakan, “perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan adalah elemen yang sangat diperlukan dalam keamanan dan kemakmuran global. Saya rasa ini adalah fokus terbesarnya. Prioritas pertama kami, tentu saja untuk memperkuat kemampuan pertahanan diri kami. Untuk meningkatkan kemampuan pertahanan diri, kemudian bergabung dengan seluruh strategi Indo-Pasifik AS, membentuk hubungan pertahanan yang efektif, hal itulah yang menjadi fokus kami.”
Sebagai tambahan, terkait dengan latihan militer “Joint Sword” yang digelar oleh RRT bulan lalu, legislator Kuomintang (KMT), Chen Yeong-kang (陳永康) menekankan, bahwa selain kemampuan pertahanan nasional, penguatan Taiwan dalam bidang energi, komunikasi, dan perawatan kesehatan juga harus dilakukan. Wellington Koo menjawab, bahwa operasi militer bukan hanya masalah Kementerian Pertahanan Nasional. Selama menjabat di Dewan Keamanan Nasional, ia mempromosikan “ketahanan pertahanan seluruh masyarakat”. Wellington Koo mengatakan, “Kami menyebutnya ketahanan pertahanan seluruh masyarakat. Maksudnya adalah, apakah itu terkait dengan pasokan listrik, pasokan energi, ketahanan komunikasi, ketahanan medis, dan lain sebagainya, hal ini perlu dilakukan oleh antar kementerian, dan kemudian setelahnya kita baru dapat memperkuat ketahanan untuk seluruh masyarakat, memperkuat tekad kita untuk bertarung dalam masa perang.”
Sebagai tambahan, dalam “Forum Industri Pertahanan Taiwan-AS” yang digelar oleh Asosiasi Pengembangan Industri Pertahanan Taiwan (TWDIDA) ada banyak pedagang senjata AS yang hadir. Apakah dunia luar khawatir, bahwa hal tersebut dapat berdampak pada arah pembelian barang militer AS di masa depan? Wellington Koo menyampaikan bahwa forum ini antara unit-unit swasta. Tujuannya adalah untuk membentuk kerjasama antar industri pertahanan. Pertukaran swasta ini tidak ada sangkut pautnya dengan pembelian senjata pertahanan nasional ataupun proyek konstruksi.