(Taiwan, ROC) --- Semenjak menjabat posisi Menteri Pertahanan Nasional, Wellington Koo (顧立雄), langsung menunjukkan gaya kepemimpinan sipilnya.
Pada Kamis hari ini (6/6), saat menghadiri sesi tanya jawab di Yuan Legislatif, ia menyatakan bahwa beberapa peraturan militer akan dihapuskan, termasuk larangan komandan dan wakil komandan untuk mengambil cuti bersamaan, serta kewajiban bagi tentara untuk melapor setiap hari selama cuti.
Wellington Koo menekankan bahwa kebijakan-kebijakan yang terlalu formalitas di dalam tubuh militer akan dikurangi untuk mengembalikan fokus tentara pada pelatihan tempur.
Ini adalah pertama kalinya Wellington Koo menghadiri sesi tanya jawab di Komite Luar Negeri dan Pertahanan Yuan Legislatif sejak menjabat. Anggota legislator dari Partai Progresif Demokratik (DPP), Puma Shen (沈伯洋), mengajukan pertanyaan seputar "pelatihan tempur dan manajemen", menyoroti isu-isu seperti latihan bayonet, baris-berbaris, sistem shift komandan, dan laporan cuti tentara.
Menanggapi hal tersebut, Wellington Koo menjelaskan bahwa teknik tusukan dalam latihan bayonet yang ada saat ini, tidak sesuai dengan semangat pertarungan jarak dekat dan akan dihapuskan.
Untuk latihan baris-berbaris, enam brigade tentara telah dibatalkan partisipasinya tahun ini. Siswa sekolah militer, karena telah lama berlatih, maka masih akan berpartisipasi, tetapi di masa mendatang, "baris-berbaris dengan langkah tegap" akan diganti dengan "baris-berbaris dengan langkah biasa".
Selain itu, karena mekanisme komando telah teruji dan terbukti efektif, maka sistem shift komandan akan kembali normal, dan peraturan yang melarang komandan dan wakil komandan untuk mengambil cuti secara bersamaan juga akan dihapuskan.
Kewajiban bagi tentara untuk melapor setiap hari selama cuti juga akan ditiadakan, diganti dengan sistem "lapor jika ada keperluan", tetapi akan diperkuat dengan edukasi pra-cuti.
Menteri Pertahanan Wellington Koo menekankan bahwa militer harus kembali fokus pada pelatihan tempur. Kebijakan-kebijakan formal yang berlebihan di masa lalu akan dihapuskan secara bertahap untuk mengurangi beban administratif yang tidak perlu.
Wellington Koo mengatakan, "Jadi, secara keseluruhan, kita harus kembali ke esensi pelatihan tempur. Oleh karena itu, kami akan menggunakan pendekatan 'pengurangan' untuk menangani beberapa isu terkait. Pertanyaan yang baru saja diajukan oleh anggota komite semuanya terkait dengan pendekatan 'pengurangan' ini. Misalnya, pertarungan jarak dekat adalah bagian dari pelatihan yang realistis. Jika terlalu banyak formalitas, itu tidak akan sesuai dengan esensi pelatihan tempur, jadi kami akan menghapusnya. Kewajiban melapor setiap hari selama cuti juga terlampau formal dan akan kami hapuskan. Artinya, kami akan meninjau secara saksama aspek-aspek mana yang dapat disederhanakan dengan pendekatan 'pengurangan' ini, sehingga kami dapat fokus pada pelatihan personel dan peralatan, serta tugas kesiapan tempur."
Sebelumnya, untuk mencegah kebocoran rahasia, maka anggota militer diwajibkan untuk bepergian dalam kelompok (grup) dan dilarang melakukan perjalanan mandiri ke luar negeri.
Kementerian Pertahanan Nasional (MND) telah mengeluarkan amandemen pada tanggal 5 Juni 2024 kemarin, yang secara resmi mengizinkan perjalanan mandiri bagi anggota militer.
Menanggapi hal ini, Wellington Koo mengatakan bahwa meskipun aturan wajib ikut tur (wisata) telah dihapuskan, tetapi anggota militer tetap harus memperhatikan peringatan perjalanan dan kesehatan.
Wellington Koo juga menambahkan, tindakan pencegahan penyusupan musuh dan kontrol kerahasiaan akan didasarkan pada tingkat akses rahasia, bukan pada standar pangkat seperti yang berlaku saat ini.