(Taiwan, ROC) - Presiden Lai Ching-te (賴清德) menemui Ketua Yayasan Perdamaian Internasional (IPF) Uwe Morawetz dan Rektor National Taiwan University Chen Wen-chang (陳文章) di Kantor Kepresidenan pada hari Senin, berterima kasih kepada IPF yang telah memilih untuk melaksanakan Proyek Jembatan di Taiwan, juga percaya bahwa hal ini tidak hanya akan bermanfaat bagi pelajar Taiwan, tetapi juga akan memperdalam hubungan Taiwan dengan dunia dan meningkatkan pengaruh global Taiwan.
Presiden Lai menekankan, IPF meyakini bahwa pendidikan adalah fondasi perdamaian, dan lembaga ini membantu pemerintah manca negara, Uni Eropa dan PBB dalam meluncurkan dialog perdamaian dengan menawarkan kursus dan penelitian lanjutan bersama perguruan tinggi.
Lai menerangkan, sejak tahun 2003, IPF telah mengadakan lebih dari 800 acara di Asia Tenggara, mengundang para pemenang Hadiah Nobel dan seniman terkenal untuk berpartisipasi, dan telah mencapai hasil yang sangat bermanfaat dalam kerja sama, pertukaran budaya dan aspek lainnya.
Lai juga berterima kasih kepada IPF yang memilih datang ke Taiwan yang terletak di pusat geopolitik dan merupakan negara demokrasi yang penting di kawasan Indo-Pasifik, untuk bersama-sama mempromosikan pertukaran pendidikan dan perdamaian dunia.
Presiden Lai mengatakan, “Kita telah melihat bahwa untuk Proyek Jembatan Taiwan, enam pemenang Hadiah Nobel bidang fisika, kedokteran, kimia, dan ekonomi diharapkan diundang untuk mengunjungi Taiwan mulai tahun depan. Saya yakin proyek ini tidak hanya akan memberikan manfaat bagi pelajar Taiwan, juga akan memperdalam hubungan Taiwan dengan dunia dan meningkatkan pengaruh global Taiwan.”
Terakhir, kepala negara menyampaikan terima kasih kepada National Taiwan University yang telah mendirikan Sekolah Politik dan Ekonomi Internasional untuk mengembangkan bakat kepemimpinan Taiwan dengan perspektif politik dan ekonomi global.