History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

RRT Sebut Pernyataan Trump “Mengebom Beijing” Tidak Waras, Menhan Koo: Provokator di Indo-Pasifik adalah RRT

  • 31 May, 2024
  • 陳柏萇
RRT Sebut Pernyataan Trump “Mengebom Beijing” Tidak Waras, Menhan Koo: Provokator di Indo-Pasifik adalah RRT
RRT Sebut Pernyataan Trump “Mengebom Beijing” Tidak Waras, Menhan Koo: Provokator di Indo-Pasifik adalah RRT

 (Taiwan, ROC) – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyatakan, apabila Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menyerang Taiwan saat dirinya menjabat, maka ia akan mengebom Beijing. Menteri Pertahanan Nasional Taiwan, Wellington Koo (顧立雄) pada hari ini (31/5) mengemukakan, jika Negeri Panda dapat menghentikan tindakan provokasi di wilayah Indo-Pasifik dan Selat Taiwan, maka perdamaian di Selat Taiwan dan Indo-Pasifik dapat terjaga. Mengenai laporan Dewan Keamanan Nasional yang menunjukkan bahwa “latihan militer Partai Komunis Tiongkok mungkin menjadi norma”, Menhan Koo menyatakan jika dirinya menghormati penilaian Dewan Keamanan Nasional, dan menanggapi latihan militer dengan tepat adalah tanggung jawab tentara nasional.

Tentara Pembebasan Rakyat RRT Komando Palagan Timur menggelar latihan militer di sekitar Taiwan, serta Kinmen dan Matsu pada hari ketiga setelah Presiden Lai Ching-te (賴清德) menjabat, dengan dalih untuk menindak arogansi kekuatan separatis “Kemerdekaan Taiwan”. Sementara itu, Presiden AS Joe Biden, baru-baru ini menyatakan bahwa Taiwan adalah sekutu dan kepentingan inti AS, serta akan menggunakan kekuatan militer untuk melindungi sekutu. Mantan Presiden AS, Donald Trump juga mengatakan, jika Negeri Panda menyerang Taiwan saat dirinya menjabat, maka ia akan membombardir Beijing. Namun, Kementerian Pertahanan RRT membalas pernyataan Trump tersebut dengan menyebutnya sebagai pernyataan yang "tidak waras".

Yuan Legislatif mengundang Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) beserta masing-masing kepala kementerian untuk menghadiri rapat interpelasi yang digelar pada hari ini (31/5). Menhan Koo dalam sebuah wawancara saat menghadiri rapat tersebut mengatakan bahwa dirinya belum menerima isi lengkap pidato Trump, sehingga tidaklah pantas untuk menanggapinya.  Namun, terkait pernyataan Pemerintah Beijing yang menyebut pernyataan Trump tidak waras, Menhan Koo menyebut jika pihak yang terus melakukan tindakan provokasi dan intimidasi adalah RRT. Menhan Koo mengatakan, “Kita semua sangat jelas bahwa pihak yang terus melakukan tindakan provokasi dan intimidasi di wilayah Indo-Pasifik dan Selat Taiwan adalah Negeri Panda. Jika RRT menghentikan provokasi dan intimidasi, maka perdamaian di Selat Taiwan dan wilayah Indo-Pasifik akan terjaga.”

Mengenai laporan Dewan Keamanan Nasional yang menunjukkan bahwa latihan militer RRT mungkin menjadi suatu hal yang biasa, Menhan Koo menyebutkan bahwa semuanya adalah bagian dari tim keamanan nasional, dan dirinya menghormati serta menyetujui penilaian Dewan Keamanan Nasional. Menhan Koo juga menekankan bahwa tanggung jawab utama militer kita adalah untuk menanggapi setiap latihan militer dengan tepat, serta memperoleh pengalaman dari latihan militer RRT untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan tempur kita.

Selain itu, beberapa akademisi menganalisis bahwa Negeri Panda menggunakan latihan militer di sekitar Taiwan untuk menguji batas AS, Jepang, dan Taiwan. Menhan Koo menuturkan, dia menghormati pendapat setiap akademisi, tetapi perhatian utama militer kita adalah niat di balik latihan militer RRT dan bagaimana menanggapi ancaman selama latihan tersebut dengan tepat. Dirinya juga menekankan bahwa Dewan Keamanan Nasional telah menjelaskan jika ini adalah bentuk intimidasi, perang kognitif, dan perang hukum, termasuk upaya untuk mengubah perairan Selat Taiwan menjadi perairan internal Negeri Tirai Bambu. Tentara Nasional akan belajar dari pengalaman ini untuk meningkatkan kemampuan penanganan.

Komentar

Terbarumore