History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Uni Eropa dan 26 Negara Menyuarakan Dukungan untuk Taiwan di WHA, Jumlahnya Melebihi Tahun Sebelumnya

  • 30 May, 2024
  • 鄭蕙玲
Uni Eropa dan 26 Negara Menyuarakan Dukungan untuk Taiwan di WHA, Jumlahnya Melebihi Tahun Sebelumnya
Uni Eropa dan 26 Negara Menyuarakan Dukungan untuk Taiwan di WHA (foto: Rti)

(Taiwan, ROC) --- Sidang Majelis Kesehatan WHA ke-77 memasuki hari ketiga, dengan negara sahabat dan negara berideologi serupa terus menyuarakan dukungan mereka terhadap Taiwan.

Hingga tanggal 29 Mei 2024 pagi hari (waktu Jenewa), jumlah negara yang menyatakan dukungan terhadap Taiwan telah mencapai 26 negara. Jika ditambah dengan Uni Eropa, maka dukungan yang diterima Taiwan tahun ini lebih banyak dari sebelumnya.

Sejak Sidang WHA dibuka pada Senin kemarin (27/5), agenda diskusi umum telah diselesaikan pada Kamis pagi hari (29/5) waktu setempat.

Selama dua setengah hari sesi rapat, selain Tahta Suci yang tidak memiliki status anggota WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), 11 negara sahabat lainnya telah berbicara atas nama Taiwan di berbagai kesempatan dalam pertemuan tersebut.

Menteri Kesehatan dari Kepulauan Marshall, Saint Lucia, Belize, dan Saint Vincent dan Grenadines, memberikan dukungan kepada Taiwan dalam debat "dua lawan dua" di Komite Umum dan Komite Penuh.

Negara sahabat lainnya mengungkapkan dukungan mereka dalam agenda umum pertemuan, menekankan pentingnya partisipasi Taiwan dalam sistem kesehatan masyarakat internasional.

Selain itu, negara yang memiliki paham serupa dengan Taiwan juga semakin gencar memberikan dukungan mereka kepada Taiwan pada tahun ini.

Sebanyak 26 negara berbicara mendukung Taiwan, atau dengan kata lain bertambah sebanyak tiga negara jika dibandingkan tahun lalu. Tiga negara tersebut adalah Belanda, Israel, dan Uni Eropa.

Negara-negara seperti Prancis, Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Republik Ceko, Selandia Baru, Lituania, Estonia, dan Luksemburg secara jelas menyebut Taiwan dalam pernyataan mereka.

Sementara itu, Latvia dan Israel menekankan pentingnya inklusivitas dan partisipasi semua pihak.

Tahun lalu, Selandia Baru menyatakan dukungan mereka dengan menekankan inklusivitas dan tidak mengabaikan wilayah mana pun di dunia, serta mendukung Taiwan untuk bergabung dengan WHO dan WHA.

Tahun ini, Selandia Baru mengeluarkan pernyataan yang lebih tegas, menyerukan agar Taiwan dimasukkan dalam sistem kesehatan global.

Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru, Diana Sarfati, mengatakan, "Bagi Selandia Baru, 'Kesehatan untuk Semua' berarti menciptakan dan menyediakan sistem kesehatan yang dapat segera menguntungkan mereka yang paling membutuhkan. Untuk mendukung tujuan ini, dunia harus mendapat manfaat dari pengalaman, partisipasi teknis, dan berbagi informasi dari semua komunitas kesehatan, termasuk Taiwan."

Di antara negara-negara yang mendukung Taiwan, Uni Eropa, Israel, dan Belanda dengan tegas menyampaikan dukungan mereka terhadap Taiwan dalam sesi pertemuan WHA.

Pernyataan dari Uni Eropa diwakili oleh Belgia melalui pernyataan Marc Pecsteen de Buytswerve, menegaskan bahwa WHO harus terus memainkan peran inti dan koordinatifnya, serta mempromosikan kerja sama dan inklusivitas di antara peserta internasional untuk membangun sistem internasional yang efektif tanpa mengecualikan siapa pun atau wilayah manapun di dunia.

Israel melalui Wakil Direktur Jenderal Kesehatan Asher Salmon, menyatakan bahwa untuk kesejahteraan kesehatan global, Israel sangat menghargai partisipasi di WHA dan berharap dapat menemukan cara untuk mencapai tujuan tersebut.

Belanda melalui Menteri Kesehatan Pia Dijkstra, menegaskan komitmen Belanda untuk terus mendukung WHO dalam mempromosikan, menyediakan, dan melindungi kesehatan untuk semua orang tanpa kecuali.

Belanda mendukung partisipasi yang berarti bahwa semua orang yang berkontribusi dengan keahlian dan pengetahuan berharga mereka untuk kesehatan dunia.

Komentar

Terbarumore