(Taiwan, ROC) – Mengenai arah kebijakan luar negeri pemerintah yang baru, Menteri Luar Negeri Taiwan Lin Chia-lung (林佳龍) saat berada di Komite Luar Negeri Yuan Legislatif pada hari ini (30/5) mengemukakan, dirinya akan memimpin tim diplomatik dan sepenuh hati mendorong “nilai diplomasi”, serta memperdalam hubungan internasional Taiwan dengan demokrasi, perdamaian dan kemakmuran, serta membangun komunitas demokrasi, komunitas keamanan dan komunitas ekonomi, guna meningkatkan dan memperkuat hubungan dengan negara-negara sahabat, serta memperkuat hubungan substantif dengan negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik, terutama memperdalam kerja sama dengan negara-negara yang memiliki ideologi serupa. Selain itu, ia juga akan memperkuat upaya dalam melawan interpretasi yang salah oleh pihak Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mengenai Resolusi PBB no. 2758, dan secara aktif memperluas ruang internasional Taiwan.
Menlu Lin Chia-lung (林佳龍) yang untuk kali pertama menghadiri rapat interpelasi Komite Luar Negeri Yuan Legislatif, menetapkan bahwa pemerintah baru akan mendorong “nilai diplomasi” berdasarkan “diplomasi realistis”, serta akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperluas hubungan dan ruang internasional Taiwan.
Lin Chia-lung (林佳龍) menunjukkan, “setiap orang adalah diplomat, dan setiap kementerian adalah kementerian luar negeri” adalah sebuah konsep “diplomasi terpadu”. Ke depannya akan semaksimal mungkin mengintegrasikan berbagai sumber daya, meningkatkan kapasitas diplomasi secara keseluruhan, berbagi pengalaman Taiwan, dan memperluas kontribusi terhadap masyarakat internasional, karena Taiwan adalah “kunci untuk menyelesaikan masalah”.
Mengenai negara-negara sahabat, Menlu Lin saat memberikan laporan, sesi tanya jawab, maupun wawancara, selalu menekankan perhatian besar pemerintah. Pemerintah tidak hanya akan berusaha memperkuat hubungan diplomatik dan membantu perkembangan negara sahabat, tetapi juga tidak akan bersaing dalam diplomasi uang yang tidak bermakna dengan pihak Negeri Tirai Bambu.
Dalam menghadapi tekanan diplomatik Pemerintah Beijing terhadap Taiwan, Menlu Lin menyatakan akan terus memperkuat upaya melawan interpretasi keliru RRT mengenai Resolusi PBB no. 2758, dan menjelaskannya kepada masyarakat internasional dengan berbagai metode, memastikan pemahaman yang benar akan isi resolusi tersebut di kalangan masyarakat internasional, serta bersama-sama melawan niat buruk Negeri Panda dalam menekan partisipasi internasional Taiwan.