History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Anjing Robot AI Pertama Buatan Taiwan Diluncurkan, akan Belajar Naik Tangga Akhir Tahun

  • 30 May, 2024
  • 鄭蕙玲
Anjing Robot AI Pertama Buatan Taiwan Diluncurkan, akan Belajar Naik Tangga Akhir Tahun
Profesor Kuo Chung-hsien (belakang kanan ke 4) dari Departemen Teknik Mesin Universitas Nasional Taiwan (NTU) berhasil mengembangkan anjing robot AI pertama buatan Taiwan dengan dukungan dari Dewan Sains dan Teknologi Nasional (NSTC)

(Taiwan, ROC) -- Tim penelitian yang dipimpin oleh Profesor Kuo Chung-hsien (郭重顯) dari Departemen Teknik Mesin Universitas Nasional Taiwan (NTU) berhasil mengembangkan anjing robot AI pertama buatan Taiwan dengan dukungan dari Dewan Sains dan Teknologi Nasional (NSTC). Pada tanggal 29 Mei 2024, anjing robot ini resmi diperkenalkan ke publik. Anjing robot ini mampu melakukan gerakan yang diajarkan, memiliki penglihatan AI untuk deteksi suara dan ekspresi wajah, serta dapat dilengkapi dengan berbagai sensor untuk keperluan industri, seperti inspeksi industri. Diperkirakan pada akhir tahun ini, anjing robot tersebut akan mampu menaiki tangga dan menjalani uji coba di berbagai lingkungan.

Untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja di sektor perindustrian, tim penelitian yang dipimpin oleh Profesor Kuo Chung-hsien dari NTU mulai mengembangkan anjing robot AI semenjak tahun 2022. Pada tanggal 29 Mei 2024, tim tersebut memperkenalkan anjing robot AI pertama buatan Taiwan di hadapan NSTC. Anjing robot ini terdiri dari dua varian, Oliver, dengan panjang 54 cm dan berat 16 kg, serta Dustin, dengan panjang 93 cm dan berat 40 kg. Anjing robot ini dapat dioperasikan melalui pengendali Bluetooth, perangkat VR, atau secara otonom oleh AI.

Oliver, yang adalah anjing robot peliharaan, memiliki kemampuan untuk diajari ragam gerakan, dan dilengkapi dengan penglihatan AI untuk mendeteksi suara dan ekspresi wajah. Oliver dapat berinteraksi dan dikendalikan secara interaktif, sehingga cocok untuk digunakan di lingkungan rumah.

Sementara itu, Dustin dapat dilengkapi dengan berbagai sensor industri, seperti sensor kebisingan, penglihatan, dan suhu untuk melakukan inspeksi industri atau pengiriman barang. Profesor Kuo Chung-hsien menjelaskan, perkembangan anjing robot di luar negeri sangat pesat, tetapi di dalam negeri masih sangat sedikit diterapkan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk harga anjing robot industri yang mahal, kurangnya dukungan teknis dalam pengembangan aplikasi layanan yang disesuaikan, hambatan dalam integrasi dengan sistem informasi perusahaan yang ada, serta biaya pemeliharaan dan perluasan yang tinggi.

Anjing robot AI buatan Taiwan ini, memiliki biaya yang relatif lebih rendah, serta dapat disesuaikan dengan ragam permintaan, dan cepat diimplementasikan. Yang lebih penting adalah menggunakan arsitektur perangkat lunak yang modular, sehingga dapat terus dikembangkan.

Kuo Chung-hsien mengatakan, “Nilai tambah dari anjing robot harus memiliki fitur kecerdasan buatan. Oleh karena itu, navigasi otonom AI, patroli otonom AI, interaksi manusia-mesin AI, dan gerakan AI adalah fokus utama di masa mendatang. Jika platform ini dapat dibangun dengan baik, dan bisa bekerja sama dengan berbagai perusahaan dan universitas di masa depan, yang tentunya dapat menarik minat mereka untuk melakukan penelitian dan pengembangan di sini. Dengan demikian, efek penyebarannya akan lebih besar.”

Saat ini, kedua model anjing robot tersebut masih dalam tahap prototipe. Inovasi ini sudah mengintegrasikan kerja sama antara sektor industri dengan akademisi, tentunya setelah mendapat bantuan dari NSTC. Beberapa perusahaan juga tertarik untuk membicarakan kerja sama, misal Chang Chun Group (長春集團). Diharapkan pada akhir tahun ini, anjing robot tersebut akan "belajar" menaiki tangga dan menjalani uji coba di berbagai lingkungan.

Pada tahun depan, diharapkan anjing robot ini akan memiliki kemampuan untuk mengirim makanan secara mandiri dan melakukan inspeksi secara otonom. Dalam jangka menengah, diharapkan anjing robot ini bisa digunakan di luar ruangan dengan kemampuan tahan air dan tahan debu. Untuk jangka panjang, diharapkan dapat diterapkan di lingkungan dengan tingkat tantangan tinggi, seperti penyelamatan di lokasi bencana dan inspeksi AI di pabrik kimia.

Komentar

Terbarumore