(Taiwan, ROC) -- Sidang Yuan Legislatif hari ini (28 Mei) melanjutkan pemeriksaan rancangan revisi Undang-Undang (UU) Pelaksanaan Wewenang Yuan Legislatif. Setelah legislator dari partai berkuasa dan oposisi memasuki ruang sidang pada pukul 7 pagi, legislator dari Partai Kuomintang (KMT) segera menduduki podium.
Kedua belah pihak memenuhi ruang sidang dengan spanduk dan slogan, sambil saling meneriakkan semboyan tanpa terjadi bentrokan fisik. Yuan Legislatif diperkirakan akan menjalani proses pemungutan suara yang panjang untuk membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Reformasi Parlemen hari ini. Diperkirakan, undang-undang ini akan disahkan dalam pembacaan ketiga sekitar tengah malam.
Sidang Yuan Legislatif hari ini melanjutkan pembahasan rancangan revisi UU Pelaksanaan Wewenang Yuan Legislatif. Legislator dari Partai Kuomintang (KMT) berjaga di pintu masuk ruang sidang sepanjang malam sejak pukul 5 pagi untuk mendapatkan urutan masuk lebih dulu.
Legislator dari Partai Progresif Demokratik (DPP) tiba sekitar pukul 7 pagi, dan terjadi konfrontasi antara kedua belah pihak di pintu masuk ruang sidang, tapi tidak terjadi bentrokan.
Setelah masuk ke ruang sidang, KMT menduduki podium dan kedua belah pihak memasang spanduk serta slogan masing-masing. Sekitar pukul 9 pagi, legislator KMT memegang kain hitam dan meneriakkan slogan, seperti “Ungkapkan rahasia, tolak sistem yang tidak transparan!” dan "Tolak korupsi, selidiki kasus kejahatan”. Sementara itu, legislator DPP membalas dengan meneriakkan slogan "Tanpa diskusi, bukan demokrasi", dan saling meneriakkan semboyan masing-masing.
Ketua fraksi Partai KMT di Yuan Legislatif, Fu Kun-chi (傅崐萁) mengatakan bahwa masih ada 15 pasal dalam rancangan revisi UU Pelaksanaan Wewenang Yuan Legislatif yang perlu dibahas. Dia berharap DPP dapat kembali mendengarkan opini masyarakat. Selain itu, KMT mendukung beberapa pasal dalam usulan revisi versi DPP sehingga Fu Kun-chi mendesak partai yang berkuasa untuk tidak membuat keributan.
Partai dari kedua kubu tengah terlibat dalam serangkaian pemungutan suara secara maraton terkait revisi RUU Reformasi Parlemen. Namun, kemajuannya sangat lambat.
KMT dan Partai Rakyat Taiwan (TPP) telah menandatangani kesepakatan dan berharap agar legislator dari kedua belah pihak dapat mematuhi aturan prosedur sidang, tidak menyerang Ketua Yuan Legislatif Han Kuo-yu (韓國瑜), dan menggunakan alat pemilih suara elektronik di kursi mereka untuk memberikan suara. Namun, DPP tidak menandatangani kesepakatan tersebut.
Ketua Fraksi TPP di Yuan Legislatif Huang Kuo-chang (黃國昌) menyampaikan bahwa hari ini adalah hari yang sangat penting bagi demokrasi di Taiwan, di mana berbagai undang-undang terkait reformasi parlemen selama 30 tahun akan ditinjau dan disahkan dalam pembacaan ketiga.
Dia menekankan bahwa pada 24 Mei, pasal-pasal substansial, seperti sistem penyelidikan dan pemeriksaan oleh parlemen serta hak persetujuan personel, telah disetujui dalam pembacaan kedua.
Namun, prosedur yang tersisa hari ini masih kontroversial, dan amendemen yang diajukan oleh kedua belah pihak tidak akan ditambahkan. Baik pan biru dan pan putih telah menyatakan dukungan untuk proposal dari DPP.