(Taiwan, ROC) – Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) Tiongkok memulai latihan militer selama dua hari di sekitar Taiwan sejak Kamis (23/5). Para ahli militer Negeri Tirai Bambu mengatakan bahwa latihan militer di wilayah timur Taiwan ini bertujuan untuk memutus tiga jalur: impor energi Taiwan, bantuan dari Amerika Serikat (AS), dan evakuasi kekuatan “kemerdekaan Taiwan”. Perdana Menteri Taiwan, Cho Jung-tai (卓榮泰) dalam sebuah wawancara saat sebelum menginspeksi “Hotline Konsultasi Anti-Penipuan 165”, ditanya mengenai pandangannya terhadap hal ini.
Cho Jung-tai (卓榮泰) pertama-tama menyatakan bahwa dirinya menyesalkan digelarnya latihan militer yang tidak rasional dan bersifat mengancam ini. Semua orang harus memahami jika senjata dan amunisi hanyalah provokasi jahat, sementara kebebasan demokrasi adalah nilai-nilai universal.
PM Cho menunjukkan, semua kementerian akan meningkatkan kewaspadaan untuk melindungi keamanan pesawat dan kapal yang melintas, sehingga seluruh masyarakat dapat tenang. PM Cho mengatakan, ”Saya berharap semua kementerian dan unit terkait dapat meningkatkan perhatian terhadap provokasi jahat semacam ini. Kami akan memastikan keamanan penerbangan dan pelayaran yang melintas dengan ketat, tetapi yang perlu diketahui oleh masyarakat adalah pemerintah akan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk membuat hati masyarakat lebih tenang, dan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai hal tersebut.”