(Taiwan, ROC) – Uni Eropa memperlihatkan perhatiannya terhadap latihan militer Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan menentang perubahan status quo secara sepihak melalui kekerasan atau paksaan. Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan mengutarakan rasa terima kasihnya kepada Uni Eropa (EU) pada hari ini (24/5) karena terus memberikan perhatian pada situasi di Selat Taiwan dan segera mengeluarkan pernyataan untuk menegaskan kembali posisi tegasnya demi perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, menekankan bahwa Taiwan akan terus memperkuat hubungan kerja sama dengan mitra-mitra yang memiliki konsep serupa seperti Uni Eropa, bersama-sama mempertahankan nilai-nilai kebebasan dan demokrasi, serta menjaga tatanan peraturan internasional untuk memastikan status Selat Taiwan serta perdamaian dan stabilitas kawasan Indo -Pasifik.
TPR meluncurkan latihan militer “Joint Sword-2024A” di sekitar Taiwan. Dinas Luar Negeri Eropa (EEAS) mengeluarkan pernyataan, bahwa aksi militer RRT telah meningkatkan ketegangan hubungan lintas selat. Perdamaian dan stabilitas di sekitar Selat Taiwan merupakan hal penting dalam keamanan dan kesejahteraan baik regional maupun secara global. Uni Eropa memiliki kepentingan langsung dalam menjaga status quo di sekitar Selat Taiwan dan menentang segala perubahan sepihak status quo dengan menggunakan kekuatan paksaan. Pihaknya meminta seluruh pihak untuk menahan diri, menghindari berbagai hal yang dapat meningkatkan ketegangan lintas selat dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog.
MOFA berterima kasih kepada UE atas posisinya dan menekankan bahwa keyakinan Taiwan yang menganut demokrasi tidak akan berubah karena paksaan maupun tekanan, dan akan terus memperkuat hubungan kerja sama dengan para mitra yang memiliki konsep serupa seperti Uni Eropa di masa depan. Juru bicara MOFA, Jeff Y.J. Liu (劉永健) mengatakan, “bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas di sekitar Selat Taiwan, kebebasan, keterbukaan, dan kesejahteraan wilayah Indo-Pasifik, serta menjaga tatanan peraturan internasional.”
MOFA pada Kamis (23/5) menyatakan bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan telah menjadi konsensus komunitas internasional. Republik Tiongkok (Taiwan) akan berupaya menjaga status quo di sekitar Selat Taiwan. Pihaknya juga meminta RRT untuk kembali dalam pengendalian yang rasional dan menghentikan tindakan merusak perdamaian dan stabilitas di sekitar Selat Taiwan secara sepihak dan meningkatkan ketegangan regional.