(Taiwan, ROC) Upacara pengambilan sumpah pelantikan presiden ke-16 Lai Ching-te, wapres ke-16 Hsiao Bii-khim, saat sambutan Presiden Lai Ching-te menyampaikan, ia akan berkomitmen mengupayakan koordinasi dan kerja sama Eksekutif dan Legislatif, sedangkan operasional Yuan Legislatif semestinya mematuhi keadilan procedural, suara mayoritas menghargai suara minoritas, minoritas mengikuti mayoritas, sebagai cara untuk menghindari konflik, menjaga keamanan dan keharmonisan sosial.
Saat perayaan, untuk pidato Lai Ching-te mengukuhkan akan membawa tim pemerintahannya “menciptakan Taiwan yang demokrasi, damai dan makmur”, berpegang pada konsep “mendapat warisan masa lalu, dan bergerak maju”, melanjutkan jalan benar dan menunjukkan sikap dasar tim pemerintahan baru yang stabil, percaya diri, penuh tanggung jawab dan kompak.
Presiden Lai Ching-te mengatakan, ia berkomitmen mengupayakan koordinasi dan kerja sama eksekutif dan legislatif, di masa mendatang mengharapkan pada masa-masa tugas selalu “bersikap adil, berbelas kasih dan rendah hati”, “menghargai warga layaknya saudara sendiri”, tidak akan mengecewakan amanah yang dipercayakan kepadanya, menunjukkan kinerja yang berprestasi, bersedia diperiksa oleh seluruh masyarakat.
Presiden Lai Ching-te mengatakan, saat menjalani tugas, Yuan Legislatif semestinya mematuhi keadilan procedural, mayoritas menghormati minoritas, minoritas mengikuti mayoritas, baru dapat menghindari konflik dan mempertahankan keamanan dan keharmonisan sosial.
Presiden Lai : Pemikiran Baru Tentang 3 Partai “Suara Tidak Mencapai Separuh”, Partai Berkuasa dan Oposisi Sama-sama Menghadapi Tantangan
(Taiwan, ROC) Presiden ke-16 Lai Ching-te dan Wakil Presiden Hsiao Bii-khim dilantik pada hari Senin ini (20/5), dalam pidatonya Presiden Lai Ching-te menyampaikan, dengan pemikiran baru terhadap “3 partai dengan suara yang tidak mencapai separuh”, ini menandakan partai berkuasa dan oposisi memiliki konsep saling berbagi, berkomitmen untuk mengemban berbagai beban tanggung jawab negara, dalam partai politik selain ada persaingan juga berpegang pada konsep kerja sama, dengan demikian negara baru dapat melangkah dengan stabil.
Presiden Lai mengadopsi tema pidato “menciptakan Taiwan yang demokrasi, damai dan stabil”, mengukuhkan akan membawa tim pemerintahannya berpegang pada konsep “mendapat warisan masa lalu, dan bergerak maju”, melanjutkan jalan benar dan menunjukkan sikap dasar tim pemerintahan baru yang stabil, percaya diri, penuh tanggung jawab dan kompak.
Saat pidato Presiden Lai Ching-te menyampaikan, selang 16 tahun kongres yang baru menjabat pada bulan Februari tahun ini terjadi “3 partai suara tidak mencapai separuh” dalam Yuan Legislatif. Mengadapi situasi politik baru, ada yang penuh dengan harapan dan ada yang merasa kuatir.
Presiden Lai mengemukakan, ini adalah metode baru pilihan masyarakat, ketika ada pemikiran baru “3 partai suara tidak mencapai separuh”, ini menandakan partai yang berkuasa maupun partai oposisi dapat berbagi gagasan masing-masing dan bersama menanggung beban tantangan negara. Akan tetapi, seluruh masyarakat pasti mempunyai harapan yang besar terhadap parpol untuk menjalankan pemerintahan secara rasional, dalam partai pemerintahan selain saling bersaing juga ada konsep bekerja sama, dengan demikian negara baru dapat melangkah dengan stabil.
Presiden Lai Ching-te turut menyampaikan rasa simpati kepada korban dan keluarga korban gempa Hualian 3 April, ia menambahkan bahwa pemerintah telah merencanakan menyuntikkan dana senilai NT$ 28,55 milyar, yang dialokasikan untuk rekonstruksi dan revitalisasi serta membantu warga Hualien untuk kembali ke kehidupan normal.
Presiden Lai Ching-te mengatakan, di masa mendatang pemerintah pusat dan daerah akan saling bekerja sama, berharap pemerintah dan Yuan Legislatif dapat saling berkoordinasi, berharap agar setiap kalangan dapat memperdalam demokrasi Taiwan, menjaga perdamaian Indo Pasifik dan mempromosikan kemakmuran dunia.