History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Lai: Taiwan Berlayar Menuju Era Baru yang Patut Dipercaya dan Amanah

  • 20 May, 2024
  • 李珮菁
Presiden Lai: Taiwan Berlayar Menuju Era Baru yang Patut Dipercaya dan Amanah
Pelantikan Lai Ching-te (賴清德) sebagai Presiden Republik Tiongkok ke-16

(Taiwan, ROC) -- Presiden Lai Ching-te (賴清德) dan Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) mengambil sumpah sebagai presiden dan wakil presiden Republik Tiongkok (Taiwan) yang ke-16 pada hari ini (20/5). Presiden Lai kemudian memberikan pidato pelantikan dengan judul “Membangun Demokrasi, Perdamaian, dan Taiwan yang Sejahtera.”

Presiden Lai menyampaikan, bahwa saat ia muda, ia bertekad untuk melakukan praktik kedokteran dan menyelamatkan orang. Ketika masuk dalam ranah politik, ia bertekad untuk mengubah Taiwan. Kini, berdiri di sini, ia pun bertekad untuk memperkuat negeri. Presiden Lai menyampaikan bahwa ia menerima kepercayaan dari masyarakat dengan penuh tekad dan menjabat sebagai Presiden Republik Tiongkok (Taiwan) yang ke-16. Saya akan memikul tanggung jawab untuk memimpin negeri terus maju sesuai dengan sistem konstitusi Republik Tiongkok (ROC).

Presiden Lai menyampaikan, hari ini pada tahun 1949 lalu, Taiwan mengimplementasikan darurat militer dan masuk dalam zaman kegelapan otokrasi. Hari ini, pada tahun 1996, presiden Taiwan yang terpilih secara demokratis untuk pertama kalinya mengambil sumpah jabatan. Hari ini pada tahun 2024, setelah menyelesaikan tiga rotasi partai politik, untuk pertama kalinya partai politik yang sama secara resmi memulai masa jabatannya yang ketiga. Taiwan juga telah menetapkan layar untuk menuju era baru yang penuh dengan perubahan.

Presiden Lai menyampaikan, ada banyak orang yang menginterpretasikan pemilihan dirinya sebagai presiden dan Wakil Presiden Hsiao Bi-khim sebagai “sebuah pemutus kutukan 8 tahun rotasi partai.” Faktanya, demokrasi berarti masyarakatlah yang membuat keputusan. Di setiap pemilihan umum, tidak ada kutukan ilusi, yang ada hanyalah ujian yang sangat ketat dari partai yang berkuasa dan pilihan yang paling nyata bagi masa depan negeri. Presiden Lai mengutarakan, bahwa setiap hari di masa depan ia akan “melakukan keadilan, mencintai belas kasihan, dan memiliki kerendahan hati,” “memperlakukan rakyat sebagai kerabat”, dengan kepercayaan yang dapat diandalkan dan amanah.

Komentar

Terbarumore