(Taiwan, ROC) – Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pada Kamis (16/5) menyatakan bahwa perwakilan dari Kantor Perwakilan Korsel di Taipei akan menghadiri upacara pelantikan Presiden Taiwan pada Senin (20/5) mendatang, serta tidak akan mengirim delegasi tambahan.
Seorang pejabat Kemenlu Korsel kepada media menyampaikan bahwa tidak ada rencana untuk mengirim delegasi ke upacara pelantikan presiden terpilih Taiwan, Lai Ching-te (賴清德) pada tanggal 20 Mei, “Selama ini selalu dihadiri oleh perwakilan dari Kantor Perwakilan di Taipei.”
Menteri Luar Negeri Negeri Panda, Wang Yi (王毅), baru-baru ini menggelar pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Korsel, Cho Tae-yul, di mana Wang meminta pemerintah Korsel untuk menghormati prinsip Satu Tiongkok dan menangani masalah yang berkaitan dengan Taiwan secara hati-hati, menunjukkan pentingnya posisi pemerintah Korsel bagi Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Analisis media Korsel menunjukkan, sikap pemerintah Korsel terhadap upacara pelantikan presiden Taiwan pada 20 Mei ini, berkemungkinan memengaruhi apakah pertemuan bilateral antara Korsel dan RRT akan diadakan.
Setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa mantan Asisten Khusus Presiden dan Direktur Dewan Ekonomi Nasional, Brian Deese, bersama dengan beberapa mantan pejabat tinggi pemerintah akan membentuk delegasi bipartisan untuk menghadiri pelantikan Lai Ching-te (賴清德), perhatian media tertuju pada apakah pemerintahan Yoon Suk-yeol yang pro-AS akan menunjukkan sikap yang berbeda.
Namun, pejabat tinggi pemerintah Korsel tetap menyatakan bahwa pemerintah Negeri Ginseng mempertahankan sikap menghormati prinsip Satu Tiongkok sejak menjalin hubungan diplomatik dengan RRT pada tahun 1992. Pihaknya memperkirakan, KTT Korsel-RRT-Jepang yang akan digelar pada akhir bulan ini tidak akan terpengaruh oleh ada atau tidaknya degelasi yang akan dikirim ke Taiwan, serta otoritas RRT juga tidak memberirkan tekanan kepada pihak Korsel mengenai hal tersebut.
Pemerintah Korsel memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan pada tahun 1992, saat menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok. Sejak itu, mereka tidak memiliki kedutaan besar di Taiwan, melainkan menggunakan kantor perwakilan tetap sebagai saluran komunikasi diplomatik.
Selain perwakilan dari Kantor Perwakilan Korsel di Taipei, Ketua Asosiasi Persahabatan Anggota Parlemen Korsel-Taiwan dan anggota Partai Kekuatan Rakyat Korsel Cho Kyoung-tae juga diharapkan akan turut hadir pada upacara pelantikan 20 Mei mendatang.