(Taiwan, ROC) Kantor Urusan Taiwan RRT kemarin menunjuk 5 komentator politik Taiwan untuk diberi penalti. Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) merespons, kebebasn berpendapat adalah nilai universal, RRT mengintimidasi warga Taiwan yang mengutarakan pendapat yang berbeda, hal ini menunjukkan pemerintahan Beijing kurang yakin dengan sistem dan tata kelola pemerintahannya sendiri.
MAC kemarin (15/5) secara tertulis menyampaikan, kebebasan berbicara adalah nilai universal, kebebasan berpendapat warga Taiwan mendapat perlindungan dari konstitusi dan hukum Republik Tiongkok.
MAC menekankan, tindakan RRT ancaman terhadap warga Taiwan yang berpendapat berbeda seperti demikian sudah ketinggalan zaman, tindakan intimidasi yang menunjukkan pemerintah RRT kurang yakin dengan mekanisme dan tata kelola negaranya sendiri, tindakan yang tidak ada artinya dan usaha ini tidak akan berhasil.
MAC mengimbau RRT semestinya harus lebih yakin untuk menghadapi, memahami komunitas Taiwan yang berpegang pada kebebasan, demokrasi dan nilai-nilai pluralistik, serta mendorong pertukaran lintas selat dengan sikap hormat dan pragmatis.
Kantor Urusan Taiwan Daratan Tiongkok kemarin pagi menggelar konferensi pers. Juru bicara Kantor Urusan Taiwan Chen Bin-hua (陳斌華) mengatakan, sedikit dari komentator seperti Edward Huang (黃世聰), Lee Cheng-hao (李正皓), Wang Yi-chuan (王義川), Yu Pei-chen (于北辰), and Liu Bao-jie (劉寶傑) mengabaikan fakta bahwa RRT telah berkembang dan maju, mereka dengan sengaja mengarang informasi palsu dan negatif tentang RRT.
Chen Bin-hua juga mengatakan, "pernyataan mereka yang salah telah menipu sebagian orang, memprovokasi permusuhan antara kedua sisi Selat Taiwan, dan melukai perasaan rekan senegaranya di kedua sisi Selat Taiwan. Fakta-faktanya jelas dan situasinya serius, maka pihak RRT akan memberikan penalti kepada menghukum 5 orang dan keluarganya sesuai dengan hukum."