(Taiwan, ROC) Kemenlu kemarin menyampaikan, Formosa Club kawasan Eropa yang diorganisir oleh beberapa negara, hingga saat ini beranggotakan 870 anggota parlemen dari 29 kongres negara telah menandatangani petisi yang ditujukan kepada Sekjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus pada tanggal 15 Mei 2024, surat tersebut menekankan dukungan untuk partisipasi Taiwan dalam sidang Majelis Kesehatan Dunia (WHA) dan keikutsertaan dalam WHO.
Kemenlu malam kemarin mengeluarkan pers rilis menyampaikan, Formosa Club dengan 870 anggota parlemen dari 29 kongres negara mengeluarkan petisi yang ditujukan kepada Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan suara dukungan partisipasi Taiwan dalam sidang WHA ke-77 dan keikutsertaan dalam pertemuan, mekanisme dan kegiatan WHO.
Kemenlu mengatakan, surat tersebut disampaikan kepada Ketua Dewan Eropa Charles Michel, Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan perwakilan senior kebijakan luar negeri dan keamanan Uni Eropa Josep Borrell.
Kemenlu mengatakan, adapun surat bersama menunjuk, meskipun kinerja penanggulangan pandemi COVID-19 Taiwan mendapat pengakuan dunia, juga bersama memerangi wabah, namun Taiwan tidak dapat berpartisipasi dalam pembahasan dan penyusunan “Pandemic Agreement” WHO; WHO mengesampingkan Taiwan, sehingga Taiwan tidak dapat memperoleh informasi kesehatan masyarakat global secara real-time, hal ini sangat merugikan hak-hak masyarakat Taiwan, menimbulkan kesenjangan dan membahayakan jaringan kesehatan global. Oleh karena itu, Kemenlu menyerukan kepada WHO untuk menerapkan pendekatan yang lebih terbuka dan fleksibel untuk memastikan bahwa proses pengambilan keputusan kesehatan masyarakat global benar-benar inklusif, mencakup semua pihak, termasuk Taiwan, agar turut diundang berpartisipasi dalam WHA sebagai anggota pengamat.
Kemenlu menyebutkan, tahun ini bertepatan dengan pemilihan parlemen di banyak negara Eropa. Parlemen Eropa akan mengadakan pemilihan umum pada bulan Juni sementara anggota parlemen dari berbagai negara sedang berkonsentrasi pada pemilihan mereka sendiri, hampir 870 anggota kongres dari Eropa dan Kanada turut menandatangani petisi untuk menyuarakan dukungan mereka terhadap partispasi Taiwan dalam WHO dan WHA, saat ini telah menjadi konsensus tinggi di antara masyarakat demokratis internasional. Pada bulan Februari tahun ini, Parlemen Eropa juga mengesahkan resolusi laporan "Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Bersama (Common Foreign and Security Policy, CFSP)" yang menegaskan kembali dukungan bagi partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional seperti WHO, Organisasi Penerbangan Sipil Dunia (ICAO), dan Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB (UNFCC).
Kemenlu mengatakan, bahwa pihaknya sangat menyambut baik dan dengan tulus berterima kasih kepada mitra-mitra Eropa yang memiliki pandangan serupa atas dukungan jangka panjang mereka terhadap partisipasi internasional Taiwan melalui tindakan pragmatis untuk bersama-sama memperkuat ketahanan dan kesejahteraan kesehatan masyarakat global.