(Taiwan, ROC) – Museum Istana Nasional (NPM) kembali menjadi pemberitaan. Ketika melakukan pengumpulan benda koleksi berupa giok sawi putih, petugas koleksi secara langsung membuka lemari dan menandatangani dokumen di sebelah giok sawi putih. Ada pula rumor, bahwa gudang di Museum Istana Nasional (NPM) cabang selatan rusak karena petugas kebersihan. Kepala NPM, Hsiao Tsung-huang (蕭宗煌) dalam wawancara pada 8 Mei lalu mengakui bahwa telah terjadi kesalahan dalam prosedur operasional standar. Rapat peninjauan telah diadakan terkait kegiatan masuk secara ilegal ke ruang gudang dan denda juga akan diberlakukan bagi pekerja maupun perusahaan manufaktur terkait.
NPM dan Museum Seni Tainan (TNAM) bekerja sama dalam pameran “Pesona Tainan: Harta Karun dari Museum Istana Nasional” (Once Upon a Tainan Charm: Treasures from the National Palace Museum). Namun, NPM Cabang Selatan baru-baru ini memposting sorotan pameran di Facebook. Dalam postingan tersebut terungkap, bahwa beberapa kolektor melakukan pekerjaan mereka tanpa menggunakan partisi kaca, selain juga melakukan penandatanganan dokumen kurang dari 3cm dari koleksi giok sawi putih yang tidak terlindungi.
Kepala NPM, Hsiao Tsung-huang dalam wawancara pada 8 Mei lalu mengakui bahwa telah terjadi kesalahan dalam prosedur operasional standar. Meskipun rekan kerja dari TNAM yang membuat kesalahan, tapi staf dari NPM tidak menghentikannya, sehingga terlihat jelas ada masalah dalam profesionalisme dasarnya. Hsiao Tsung-huang: “jika kamu melihat fotonya dengan hati-hati, faktanya ia hanya membuka 1 sisi kaca, sementara 3 sisi lainnya masih tetap ada. Rekan kerja yang ada memperlakukan barang koleksi dengan hati-hati, sehingga menandatanganinya di sana. Dalam program profesional museum, ini adalah sebuah penelantaran, sehingga terkait dengan profesionalisme museum, kita perlu melakukan pendidikan dan pelatihan ulang.”
Terkait dengan masuknya petugas kebersihan secara ilegal ke gudang NPM cabang selatan, Hsiao Tsung-huang menjelaskan bahwa pengelolaan gudang dari NPM sangatlah ketat. Jika Anda ingin masuk ke gudang, Anda harus melaporkan alasan, jumlah orang, dan namanya kepada kepala museum. Kejadian kali ini terjadi di NPM cabang selatan, di sebuah gudang kosong tanpa relik budaya di dalamnya. Ia menandatangani nama 10 orang yang terdaftar, sehingga ia juga bertanggung jawab. Masalahnya, pihak perusahaan manufaktur kemudian mengganti 2 orang tanpa otorisasi lagi dan rekan kerja di NPM kemudian lalai untuk mengeceknya kembali. NPM akan menghukum perusahaan terkait sesuai dengan UU Pengadaan. Terkait dengan kelalaian yang dilakukan petugas NPM, pihak NPM cabang selatan telah menyerahkan daftar nama untuk hukuman ke rapat penilaian kerja, tapi wakil kepala mengembalikannya meminta untuk penyerahan ulang daftar nama dan hukuman.
Hsiao Tsung-huang menekankan, meskipun insiden ini terjadi di gudang kosong, tapi tidak dapat ditoleransi untuk museum secara profesional. NPM juga sangat menyesali kejadian tersebut.