History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Mantan Penasihat Keamanan Nasional AS: Jika Trump Kembali ke Gedung Putih, AS Akan Mempertahankan Jepang & Taiwan

  • 10 May, 2024
  • 陳柏萇
Mantan Penasihat Keamanan Nasional AS: Jika Trump Kembali ke Gedung Putih, AS Akan Mempertahankan Jepang & Taiwan
Mantan Penasihat Keamanan Nasional AS: Jika Trump Kembali ke Gedung Putih, AS Akan Mempertahankan Jepang & Taiwan

 (Taiwan, ROC) – H.R. McMaster, yang sebelumnya menjabat sebagai penasihat keamanan nasional di pemerintahan Presiden AS Donald Trump, memberitahu media Nikkei bahwa sekalipun Trump kembali ke Gedung Putih setelah pemilihan presiden bulan November tahun ini, Amerika Serikat (AS) tetap akan berkomitmen untuk mempertahankan Jepang dan Taiwan.

H.R. McMaster adalah seorang mantan Letnan Jenderal Angkatan Darat AS, yang menjabat sebagai penasihat keamanan nasional di pemerintahan mantan presiden Donald Trump dari Februari 2017 hingga April 2018.

Nikkei Asia pada hari ini memuat konten dari wawancara McMaster yang telah dilakukan pada tanggal 3 Mei yang lalu secara online.

McMaster menyampaikan, Trump sering kali bertanya, “Apa kepentingan Amerika? Mengapa Amerika harus melakukan ini? Bisakah negara lain melakukan lebih banyak?” ini karena filsafat kebijakan luar negeri Trump berdasarkan pada prinsip berbagi beban secara bersama-sama dan saling menguntungkan.

McMaster menyatakan bahwa menurut pandangannya, jika Trump terpilih kembali, maka dirinya akan mematuhi Perjanjian Keamanan AS-Jepang, dan pulau Tiaoyutai (disebut oleh pihak Jepang sebagai Kepulauan Senkaku) akan tunduk pada perjanjian tersebut.

McMaster juga menegaskan, apakah itu Joe Biden dari Partai Demokrat atau Donald Trump dari Partai Republik yang akan memenangkan pemilihan pada bulan November nanti, pemenangnya akan tetap pada keyakinannya bahwa menjaga keamanan dan kedaulatan Jepang serta negara-negara lain di wilayah tersebut, khususnya Okinawa yang memiliki kepentingan strategis. Keduanya akan mengakui pentingnya mempertahankan kehadiran militer AS di Okinawa, karena “mencegah perang jauh lebih murah daripada harus berperang.”

Dalam konteks aliansi AS-Jepang, McMaster menggambarkan aliansi ini sebagai kunci dalam menakut-nakuti tindakan provokatif dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT). “Dengan asumsi aliansi kami kuat secara militer dan diplomatik… dapat mengirimkan pesan yang kuat kepada agresor potensial, terutama terhadap RRT dan Tentara Pembebasan Rakyat (TPR), memberi tahu mereka bahwa mereka tidak dapat meraih tujuan mereka di wilayah Indo-Pasifik melalui kekerasan.”

Selama beberapa pemerintahan AS yang berbeda, kebijakan resmi terkait dengan bagaimana AS akan merespons invasi RRT terhadap Taiwan tetap mempertahankan kebijakan “strategi yang samar”. McMaster ketika diwawancara apakah dirinya memercayai pihak AS akan mengerahkan militer untuk mempertahankan Taiwan, dirinya menjawab, “saya pikir jawabannya adalah “ya”.”

Namun, McMaster juga menyampaikan bahwa keputusan seberat ini, seperti berperang dengan Negeri Tirai Bambu, seharusnya memerlukan persetujuan Kongres.

McMaster menegaskan pentingnya percepatan pengiriman senjata oleh AS, Jepang, dan sekutu lainnya ke Taiwan. Dirinya mendorong untuk menghindari perang besar karena Taiwan, dan metode terbaik adalah dengan memungkinkan militer Taiwan untuk menunjukkan bahwa mereka “Memiliki kemampuan (untuk membuat pihak RRT) membayar harga yang besar”.

Komentar

Terbarumore