(Taiwan, ROC) --- Chinese National Federation of Industries (CNFI) Rabu hari ini (8/5) mengadakan acara makan siang bertajuk "Menghormati yang Lama, Menyambut yang Baru" untuk Dewan Direksi.
Dalam pidato pengukuhannya, Ketua terpilih Pan Chun-jung (潘俊榮) menyatakan bahwa para menteri dari tujuh negara industri maju (G7) telah mengeluarkan laporan yang menyebutkan bahwa tenaga nuklir adalah sumber energi yang paling bersih, murah, dan tanpa emisi karbon. Oleh karena itu, pemerintah harus mempertimbangkannya.
Presiden terpilih, William Lai (賴清德), yang memberikan pidato setelahnya, tidak memberikan tanggapan langsung, tetapi menegaskan bahwa setiap saran dari federasi sejalan dengan kebutuhan pembangunan masa depan Taiwan, dan ia akan bekerja sama dalam mewujudkannya.
Namun, Wakil Perdana Menteri Cheng Wen-tsan (鄭文燦) menambahkan bahwa Yuan Legislatif telah mendiskusikan perpanjangan masa operasi tenaga nuklir. Isu ini membutuhkan kesepakatan hukum, prosedural, teknis, keuangan, dan sosial. Diskusi yang menyeluruh perlu dilakukan agar transformasi energi Taiwan dapat berjalan dengan mantap, tanpa risiko kekurangan listrik.
Dalam acara tersebut, Ketua Pan Chun-jung kembali membahas tenaga nuklir di hadapan Presiden terpilih William Lai dan Wakil Perdana Menteri Cheng Wen-tsan. Pan Chun-jung menyebutkan bahwa saat ini terdapat 443 PLT Nuklir yang beroperasi di seluruh dunia, dan lebih dari 100 lainnya sedang direncanakan untuk dibangun.
Di antaranya, Prancis memiliki 56 reaktor, sementara Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok juga sedang membangun PLT Nuklir. Para menteri dari tujuh negara industri maju (G7) baru-baru ini juga mengeluarkan laporan yang menyebutkan bahwa tenaga nuklir adalah sumber energi paling bersih, paling murah, dan tanpa emisi karbon.
Pan Chun-jung berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kebijakan energi Taiwan dari sudut pandang ini. Selain itu, ia juga menyoroti bahwa masalah energi, kekurangan tenaga kerja, dan kelangkaan air sangat penting bagi perusahaan Taiwan, dan pemerintah harus mempersiapkan solusi untuk menjaga mereka tetap bertahan.
Kemudian dalam pidatonya, William Lai memperkenalkan tim kabinet barunya yang sebagian besar terdiri dari anggota non-partai, lebih dari 80% adalah wajah baru, dan memiliki proporsi yang signifikan dari kalangan industri.
Dia percaya bahwa kabinet baru ini dapat bekerja sama dengan dunia industri. Beliau juga menyebutkan bahwa Cheng Wen-tsan akan menjadi Ketua The Straits Exchange Foundation, dan media telah melihat ini sebagai tanda niat baik pertama dari pemerintahan Lai.
Selain itu, William Lai juga menekankan pentingnya berbagai rekomendasi yang diajukan oleh CNFI, termasuk transformasi digital, pengembangan otomatisasi, mengatasi lima kekurangan utama, memastikan perkembangan industri yang seimbang, mengembangkan Taiwan sebagai pusat operasi Asia-Pasifik, dan membuat ekonomi Taiwan lebih tangguh.
William Lai mengatakan, “Kami berharap pemerintah dapat berdiri bersama industri untuk bersama-sama mengatasi perubahan geopolitik dan masalah restrukturisasi rantai pasokan. Pemerintah akan melakukan upaya maksimal untuk memanfaatkan keunggulan rantai pasokan kami, menjaga hubungan yang baik dengan Tiongkok, menandatangani perjanjian perdagangan bilateral dengan berbagai negara, serta bergabung dengan CPTPP agar ekonomi kami lebih tangguh.”
William Lai menekankan bahwa dalam menanggapi perubahan iklim, ESG, dan ekonomi sirkular, sektor industri telah bekerja keras menggunakan AI untuk mencapai transformasi menuju nol emisi karbon. Ini adalah tanggung jawab pemerintah yang tidak bisa diabaikan, dan Beliau berharap dapat bekerja sama dengan CFNI di masa depan. Dia percaya bahwa saran dan rekomendasi federasi sejalan dengan kebutuhan pembangunan masa depan Taiwan, dan mereka akan bekerja keras bersama.
Meskipun William Lai tidak secara langsung membahas tenaga nuklir, tetapi Cheng Wen-tsan memberikan tanggapan langsung dalam pidatonya. Dia menunjukkan bahwa Yuan Legislatif telah membahas perpanjangan masa operasi pembangkit nuklir, tetapi hal ini membutuhkan landasan hukum, prosedur, teknologi, keuangan, dan konsensus sosial yang jelas, serta membutuhkan diskusi yang mendalam.
Cheng Wen-tsan juga menambahkan bahwa meskipun tenaga nuklir merupakan sumber listrik tanpa karbon, tetapi saat ini belum termasuk dalam kategori yang diakui oleh RE100. Perpanjangan masa operasi tenaga nuklir membutuhkan diskusi legislatif dan konsensus sosial yang mendalam. Yang terpenting, transformasi energi Taiwan harus berjalan dengan mantap tanpa risiko kekurangan listrik.