(Taiwan, ROC) - Kerja sama antara Taiwan dan Republik Ceko dalam menyalurkan bantuan pada Ukraina adalah tindakan untuk melawan ekspansi otoriterisme, dan kerja sama tersebut selalu dilaksanakan secara terbuka, transparan dan di bawah pengawasan ketat.
Demikian diungkapkan Kementerian Luar Negeri (MOFA) melalui sebuah acara temu pers pada hari Senin, menanggapi kesangsian yang diajukan oleh legislator Hsu Chiao-hsin (徐巧芯) dari Partai Kuomintang (KMT) perihal kerja sama Taiwan-Ceko dalam memberi bantuan pada Ukraina.
Taiwan dan Republik Ceko menandatangani tiga nota kesepahaman mengenai fasilitas pengolahan air, sistem energi simbiosis gas dan listrik, serta energi perawatan medis primer pada bulan November dan Desember tahun lalu. Belakangan legislator Hsu mengajukan pertanyaan tentang isi kerja sama tersebut dan memposting di media online sebuah dokumen rahasia yang dikirim oleh MOFA untuk diperiksa di Yuan Legislatif, yang sebagian isinya telah ditutup dengan kertas catatan tempel.
MOFA menerangkan, anggaran terkait kerja sama Taiwan-Ceko untuk memberi bantuan pada Ukraina telah ditinjau dan disetujui oleh Yuan Legislatif, dan pemerintah Ceko juga telah menyatakan bahwa bantuan tersebut akan langsung disalurkan di zona perang di Ukraina timur, tapi disebabkan situasi diplomatik Taiwan yang istimewa, kerja sama lebih lanjut dengan negara konsep serupa selalu terhambat atau bahkan dihancurkan, sehingga memorandum kerja sama ini ditangani sebagai dokumen rahasia saat diserahkan ke Yuan Legislatif untuk ditinjau sesuai dengan prosedur hukum, jadi sama sekali tidak ada yang disebut sebagai "perjanjian rahasia."
Juru bicara MOFA Jeff Liu (劉永健)mengatakan, "Jika legislator punya pertanyaan tentang isinya, MOFA dapat mengirimkan personel untuk menjelaskan, tetapi dokumen rahasia tidak boleh diungkapkan di depan media. Atas tindakan tidak menghormati rahasia negara ini, MOFA akan mengambil tindakan hukum."
MOFA mengkritik bahwa Hsu sengaja menyesatkan dunia luar untuk mendapatkan publisitas bagi dirinya sendiri, juga tidak mengesampingkan bahwa ini adalah bagian dari perang kognitif yang dilakukan oleh Tiongkok.
Dalam berita bersangkutan, Perdana Menteri Chen Chien-jen (陳建仁) hari Senin juga menyesalkan tindakan legislator Hsu Chiao-hsin memublikasi dokumen rahasia MOFA, melukiskan hal tersebut tidak pantas dan sulit dimengerti di tengah kesulitan diplomatik yang dihadapi Taiwan di gelanggang internasional.
Chen mengatakan, "Kami percaya bahwa ini adalah perilaku yang tidak pantas. Tak peduli legislator dari partai berkuasa atau oposisi atau dari lapisan masyarakat lainnya, kita semua harus bekerja sama untuk mengembangkan hubungan dengan negara demokratis dan liberal dengan cita-cita yang sama dan berkontribusi pada dunia. Jadi dalam hal ini, kami menyesalkan bahwa Legislator Hsu telah melakukan hal berbahaya seperti itu bagi diplomasi negara kita."
Menurut Chen, seorang legislator dapat mengakses dokumen rahasia diplomatik, tapi Hsu tidak seharusnya mengungkapkan isinya, apalagi menyebarkan informasi palsu.