(Taiwan, ROC) – Selama beberapa dekade terakhir, Taiwan telah menggunakan nama “Chinese Taipei / Tionghoa Taipei” dan mengikuti ajang olimpiade dengan membawa bendera bercorakkan lima lingkaran. Sebanyak 3 anggota kongres Amerika Serikat (AS) pada Kamis (2/5) mengirimkan surat kepada Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach, yang mengkritik metode yang dipraktikkan saat ini tidak logis dan meminta Bach untuk mempertimbangkan pembatalan pembatasan yang diskriminatif terhadap atlet Taiwan, serta menolak intimidasi Beijing.
Anggota Kongres Federasi Republik AS, Tom Tiffany, Andy Ogles, dan Chris Smith pada Kamis (2/5) mengirimkan surat kepada Bach untuk “menjelaskan secara rinci” bahwa selama lebih dari 40 tahun, IOC telah dipaksa oleh tekanan dari Partai Komunis Tiongkok untuk meminta atlet Taiwan berkompetisi dengan nama “Chinese Taipei”, serta melarang penggunaan bendera Taiwan dan pemutaran lagu nasional selama pertandingan.
Ketiganya menyatakan bahwa hal ini tidak hanya tidak adil, tetapi juga melanggar prinsip inti dari “Piagam Olimpiade”, termasuk “Setiap orang harus memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam olahraga, tanpa diskriminasi”, dan “Olahraga Olimpiade harus tetap netral secara politik”.
“Mengingat bahwa Taiwan tidak pernah berada di bawah kendali Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan juga tidak pernah menjadi bagian dari wilayahnya, tetapi merupakan satu-satunya pihak yang diperlakukan seperti ini.” Tulis mereka.
Para anggota Kongres juga menyatakan, sebaliknya, Puerto Riko, meskipun merupakan wilayah AS, tidak dipaksa untuk berpartisipasi dalam Olimpiade dengan nama “San Juan, AS” (San Juan adalah ibu kota dan kota terbesar di Puerto Riko). Demikian juga, Kepulauan Bermuda tidak perlu berpartisipasi dengan nama “Hamilton, Inggris” (Hamilton adalah ibu kota Bermuda).
Mereka juga menunjukkan, Puerto Riko dan Bermuda masih diperbolehkan menggunakan bendera mereka sendiri dalam upacara pembukaan dan upacara penghargaan.
Mereka menyatakan bahwa pembatasan yang tidak adil terhadap Taiwan bahkan meluas hingga ke masyarakat Taiwan, dengan laporan bahwa mereka dilarang untuk mengibarkan bendera nasional di dalam arena Olimpiade.
“Ini sama sekali tidak bermakna”, tegas para anggota kongres dalam surat mereka.
Ketiga Kongres menghimbauu Bach dan pejabat Olimpiade lainnya untuk menentang “Tindakan Represif Berkelanjutan RRT” dan juga mempertimbangkan pembatalan pembatasan diskriminatif terhadap atlet dan pendukung Taiwan sebelum Olimpiade Paris.
Olimpiade Paris dijadwalkan berlangsung dari tanggal 26 Juli hingga 11 Agustus.