(Taiwan, ROC) - Perjalanan delegasi Partai Kuomintang (KMT) ke Daratan Tiongkok telah melonggarkan suasana tegang lintas Selat Taiwan, merupakan langkah kecil bagi KMT tapi langkah besar bagi kedua belah pihak setelah komunikasi terputus sepanjang delapan tahun.
Demikian ditegaskan oleh Ketua Fraksi Legislatif KMT Fu Kun-chi (傅崐萁) pada acara temu pers Senin pagi yang diadakan usai mengakhiri perjalanan tiga hari ke Tiongkok pada Minggu malam, yang banyak dikritik oleh Partai Progresif Demokratik (DPP) sebagai tindakan bermotif “menjual Taiwan” dan dioloki sebagai “Raja Taiwan menghadap pada Kaisar Beijing.”
Semasa kunjungan delegasi Kuomintang, pemerintah Tiongkok secara beruntun mengumumkan pelonggaran terhadap 13 regulasi berkaitan Taiwan, antara lain membuka kembali hubungan pariwisata antara warga Matsu dan Fujian di Tiongkok, membuka permohonan izin kunjungan ke Taiwan di 20 kota, dan membuka kembali pasarnya bagi impor buah citrus di Taiwan.
Fu meyakinkan makna positif perjalanan kali ini terhadap meredanya ketegangan lintas selat dan kembali aktifnya interaksi warga kedua pihak, juga berharap Presiden Terpilih Lai Ching-te (賴清德) dapat menyadari pentingnya perbaikan hubungan lintas selat dan mendorong perkembangan partiwisata Taiwan-Daratan Tiongkok.
Fu mengatakan, “Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) dan Ditjen Pariwisata menetapkan kuota 2.000 wisatawan Tiongkok per hari yang dapat berkunjung ke Taiwan. Ini tidak sesuai dengan kebutuhan sebenarnya, sama sekali tidak membantu. Untuk mempromosikan pertukaran pariwisata lintas selat yang komprehensif dan mengurangi suasana konfrontasi, lembaga-lembaga di bawah Yuan Eksekutif harus bekerja lebih keras untuk memulihkan perdamaian dan kemakmuran di masa lalu.”
Menurutnya, kuota jumlah wisatawan seharusnya dinaikkan menjadi 15,000 hingga 20.000 orang setiap hari, agar lebih banyak wisatawan dapat mengunjungi Taiwan.
Sementara itu, juru bicara DPP Justin Wu (吳崢) menegaskan kembali sikap bersahabat yang diadopsi pemerintah DPP dalam memulihkan hubungan antar selat, tapi yang tidak dimengerti adalah mengapa pengusikan melalui penerbangan pesawat tempur di perairan Taiwan masih berlanjut pada masa kunjungan delegasi KMT ke Daratan Tiongkok.
Wu juga meminta KMT mengklarifikasi laporan bahwa pihak Tiongkok sempat mengajukan sejumlah permintaan pada KMT saat Fu dan rombongan berada di Daratan Tiongkok, termasuk merevisi undang-undang yang berkaitan dengan keamanan negara.