(Taiwan, ROC) – Daftar gelombang kabinet kelima telah diumumkan, di mana Menteri Pertanian digantikan oleh Penjabat Menteri Chen Junne-jih (陳駿季). Terkait arah kebijakan pertanian di masa depan, Chen Junne-jih menyampaikan bahwa kebijakan “nilai tambah fotovoltaik berorientasi pada pertanian,” tidak akan berubah. Berdasarkan kebijakan sebelumnya, ia akan menggunakan elemen teknologi seperti produksi cerdas dan layanan digital untuk meningkatkan ketahanan pertanian, mengurangi risiko bisnis pertanian, dan meningkatkan daya saing pertanian, sehingga operator pertanian akan dikenal dan lepas dari kesalahpahaman di masa lalu bahwa mereka hidup dari subsidi.
Calon Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) mengumumkan daftar gelombang kabinet kelima pada 23 April pagi. Salah satu di antaranya adalah Penjabat (Pj) Menteri Pertanian Chen Junne-jih yang secara resmi diangkat menjadi Menteri Pertanian.
Saat menerima wawancara media dalam konferensi persnya, Chen Junne-jih mengutarakan tentang arah kebijakan pertanian di masa depan dan menyampaikan bahwa pertanian menghadapi tantangan dari cuaca ekstrim. Di masa lalu, Kementerian Pertanian secara aktif memperkuat struktur pertanian secara keseluruhan dan menginvestasikan banyak sumber daya dalam pembangunan infrastruktur pertanian dan meningkatkan daya saing pertanian. Hal ini membuat kesalahpahaman dari dunia luar, bahwa pertanian adalah industri yang lemah. “Petani hidup dari subsidi.” Bagaimanapun, operator pertanian perlu mendapatkan dukungan, dorongan, dan diakui, bukan sebuah karir yang membutuhkan subsidi.
Chen Junne-jih menyampaikan, bahwa dia menganjurkan penguatan pertanian berketahanan berdasarkan tata kelola yang ada, meningkatkan ketahanan pertanian melalui elemen teknologi produksi cerdas dan layanan digital, mengurangi risiko bisnis pertanian, dan terus memastikan lahan pertanian, dan sumber daya air. Selain itu, juga menggunakan model kultivasi area produksi ekstrim untuk memastikan ketertiban produksi dan pemasaran, membuka pasar kelas atas untuk produk-produk pertanian berkualitas tinggi, bekerja sama untuk meningkatkan daya saing pertanian.
Sebagai tambahan, ada kontroversi yang berkembang terkait pengembangan fotovoltaik di berbagai tempat, dan media mengkhawatirkan pendirian Kementerian Pertanian dalam pembangunang listrik di tanah pertanian. Chen Junne-jih menyampaikan, bahwa “menambahkan nilai fotovoltaik dengan menambahkan pertanian terlebih dulu”, sebagai dasar posisi Kementerian Pertanian dan kebijakan tidak akan berubah. Di masa depan, Kementerian Pertanian akan mempromosikan kebijakan fotovoltaik di bawah keseimbangan ekologi.
Terkait dengan Inisiatif Perdagangan Abad ke-21 Taiwan – AS, yang kini mengarah ke perjanjian tahap kedua, dikabarkan bahwa hambatan perdagangan babi dan sapi AS yang disebutkan oleh AS diperkirakan akan disinggung dalam negosiasi Inisiatif Perdagangan Abad ke-21 Taiwan – AS tahap kedua. Media mengkhawatirkan apakah Chen Junne-jih akan percaya diri untuk melindungi hak-hak petani? Chen mengurarakan, terkait dengan isu pertanian dalam Inisiatif Perdagangan Abad ke-21 Taiwan – AS tahap kedua, yang akan dibahas adalah bagaimana menghadapi perubahan lingkungan dan inisiatif untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan. Negosiasi masa depan terkait impor dan ekspor produk-produk pertanian, Kementerian Pertanian pertama-tama akan memastikan bahwa barang-barang terbuka, hak serta kepentingan petani dalam negeri. Berdasarkan premis ini, akan dibahas hal-hal terkait masuknya pasar.