Acara Kartini Taiwan Music Festival yang digelar di Taipei City Mall Plaza 12 pada Minggu (21/4/2024) berlangsung sukses. Sejumlah penampil yang berasal dari Taiwan dan juga Indonesia menyatakan kesannya pada acara yang digelar oleh Radio Taiwan Internasional bekerjasama dengan Foreign Workers Social and Care Association (FSC) ini.
Seperti salah satunya yang disampaikan oleh Kiki Asiska, penyanyi dangdut kenamaan asal Indonesia yang khusus datang ke Taiwan untuk acara ini. Menurut Kiki, tampil di Taiwan unik karena tidak hanya ditonton oleh orang Indonesia di Taiwan, tetapi juga orang Taiwan. Kiki bahkan berhasil mengajak satu penonton asal Taipei untuk berduet dengannya menyanyikan satu lagu. “Happy banget bisa membawakan lagu dangdut yang tidak hanya dinikmati oleh orang Indonesia tetapi juga orang Taiwan,” kata Kiki.
Ia pun mengapresiasi tema hari Kartini yang diusung dalam acara ini. Menurut Kiki, para perempuan Indonesia yang ada di Taiwan harus semangat, jangan lupa pada Tuhan, dan tetap baik hati sebagai perwakilan Indonesia yang ada di Taiwan. Kiki sendiri telah tiga kali tampil di Taiwan dan sangat senang dengan sambutan dari para penonton di Taiwan setiap kali dia tampil di sini.
Sementara itu, Grace Jonwilin, anggota Girl Band Taiwan “HUR+ Crimzon” yang juga penyanyi Indonesia yang berbasis di Taiwan menyampaikan, Kartini mengilhami banyak perempuan Indonesia termasuk dirinya. Semangat Kartini diteladani agar para perempuan terus berani untuk berkarya.
Khusus untuk penampilannya kali ini, Kartini Taiwan Music Festival menjadi kesempatan baru baginya karena ia tampil solo tanpa anggota girl band lainnya. Ini juga kali pertama baginya tampil khusus di depan warga Indonesia di Taiwan. “Dan aku tentunya sangat bersemangat untuk ini!,” kata dia.
Adapun bagi Five Notes, kuintet pop Indonesia yang berbasis di Taiwan mengaku sangat terkesan dengan acara ini. Lukas, vokalis dari Five Notes menyebut kalau acara ini sangat seru dan jadi momen bagi mereka untuk memperkenalkan diri kepada para banyak penggemar terutama orang Indonesia di Taiwan.
Acara ini memang menyedot perhatian tidak hanya orang Indonesia di Taiwan tetapi juga masyarakat Taiwan karena tidak hanya menampilkan banyak hiburan dari artis Indonesia serta artis Indonesia yang berbasis di Taiwan, tetapi juga ada fashion show serta banyak hadiah. Apalagi, di suasana yang masih dekat dengan Idul Fitri, acara ini jadi semacam ajang kumpul bagi masyarakat Indonesia di Taiwan.
Chairwomen Radio Taiwan Internasional, Cheryl Lai mengatakan acara ini adalah momen kumpul bersama yang setiap tahun digelar oleh RTI bagi para pendengar. Lebih dari itu, melalui festival musik Kartini, RTI berharap bisa memberi kenangan khusus yang mendalam bagi pengunjung utamanya bagi pekerja migran Indonesia.
Lai berharap acara ini juga bisa menjadi pelayanan RTI kepada pekerja migran. Menurut Lai, selain menyediakan informasi dari instansi pemerintahan, pihaknya juga berkomitmen untuk menciptakan lingkungan santai yang bersahabat sebagai tempat pelepas rindu bagi pekerja migran. “Kami juga berharap agar masyarakat Taiwan dapat merasakan karismatik budaya Asia Tenggara, budaya Indonesia!,” kata Lai.
Kegiatan akbar ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan oleh RTI berkolabodasi dengan FSC. Namun khusus kali ini, kegiatan digelar dengan konsep festival musik yang mengundang langsung penyanyi asal Indonesia Kiki Asiska. Selain itu banyak juga talenta muda Indonesia di Taiwan yang tampil seperti salah satu anggota Girl Band Taiwan “HUR+ Crimzon”, Grace Jonwilin, yang kini tengah melejit namanya; band Indonesia yang berbasis di Taiwan, Five Notes; UTERS Dancer, penari tarian tradisional Indonesia dari para mahasiswa Universitas Terbuka Indonesia di Taiwan (UT-Taiwan); Mila Boutique, modeling club yang beranggotakan para PMI di Taiwan di bawah asuhan PMI teladan Mila Widya Sari, dan masih banyak lagi.
Acara ini juga diharapkan dapat melanjutkan hubungan kerja sama antara Indonesia dan Taiwan, meningkatkan pertukaran kebudayaan, juga turut memperkuat tali silaturahmi yang telah terjalin selama ini antara Taiwan dan Indonesia. Keberhasilan acara ini juga diharapkan dapat menjadi batu pijakan di tahun depan agar bisa menggelar kegiatan serupa dengan cakupan yang lebih besar. Seperti kegiatan festival musik empat negara Asia Tenggara secara bersamaan (Terdiri dari Indonesia, Vietnam, Filipina dan Thailand), yang kini mencatat jumlah total sebanyak 756.831 orang di Taiwan.
Selain ada penampilan musik, sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan ini. Di antaranya, Chairperson RTI Cheryl Lai (賴秀如); Sekjen Asosiasi Layanan Peduli Orang Asing FSC, Lily Widjaja; dan istri wakil Ketua KDEI Taipei, Dwi Sugi Wahyuni. Selain itu hadir pula Presiden RTI, Chang Jui-chang (張瑞昌); Ketua FSC, Lin Jir Chou; dan Legislator Luo Mei-ling (羅美玲).
Acara ini juga disponsori oleh sejumlah perwakilan Indonesia di Taiwan seperti Kantor Dagang Ekonomi Indonesia di Taiwan; Pimpinan Cabang Internasional Nahdlatul Ulama di Taiwan; dan kelompok diaspora Indonesia, IDN Taiwan. Selain itu sejumlah perusahaan seperti Superindo, Goldstar, CLC, Mahkota Taiwan, GoBox, Inbatic, Tuku Online, dan Kampoengku juga turut serta. Ada juga Family Mart, 全盈+Pay, Mila Boutique, UVU, hingga Wang Duo Duo.