(Taiwan, ROC) – Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Filipina menggelar pertemuan tripartit di Washington DC pada Kamis (11/4), waktu timur AS. Setelah pertemuan tersebut, mereka merilis pernyataan bersama yang menegaskan kembali pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada hari ini (12/4) menyambut baik dan mengapresiasi pernyataan bersama para pemimpin dari AS, Jepang, dan Filipina yang untuk kali pertama bersama-sama menyatakan posisi yang tegas dalam mendukung perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Mereka juga kembali menegaskan bahwa isu ini merupakan konsensus internasional yang tinggi.
Pernyataan bersama dari Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, dan Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos, JR dalam pertemuan tripartit tersebut menegaskan bahwa “Perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sangatlah penting dan merupakan elemen yang tak terpisahkan dalam keamanan dan kemakmuran global.”
MOFA menyatakan bahwa ancaman militer dan perilaku provokatif Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di zona abu-abu telah menjadi tantangan serius bagi keamanan regional dan tata tertib internasional berbasis aturan. Hal ini telah menimbulkan tingkat kekhawatiran yang tinggi di kalangan masyarakat internasional. Taiwan, sebagai salah satu anggota komunitas internasional yang bertanggung jawab, akan terus bekerja sama dengan negara mitra seperti AS, Inggris, Jepang, dan Filipina, serta semua mitra yang berprinsip serupa, guna mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan. Juru Bicara MOFA Jeff Y.J. Liu (劉永健) mengatakan, “Taiwan dan negara-negara dengan prinsip yang serupa, seperti AS, dalam beberapa tahun terakhir ini telah bersama-sama berusaha untuk mempertahankan perdamaian di Selat Taiwan. Taiwan akan terus bekerja sama dengan negara-negara dengan prinsip yang serupa untuk melindungi perdamaian dan stabilitas kawasan regional.”
Dalam konferensi pers bersama yang digelar secara berurutan pada minggu ini, termasuk pertemuan antara Menteri Luar Negeri AS dan Inggris, pertemuan bilateral antara AS dan Jepang, serta pernyataan bersama dari pertemuan tripartit antara AS, Jepang, dan Filipina, serta dialog pertahanan terintegrasi antara AS dan Korsel, semuanya menyinggung isu terkait selat Taiwan. MOFA memercayai bahwa ini sekali lagi mencerminkan betapa pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, yang telah menjadi konsensus tinggi di antara komunitas internasional.