(Taiwan, ROC) – Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan pada Kamis (11/4) menggelar dialog pertahanan terintegrasi di Washington DC. Dalam sebuah pernyataan bersama yang diumumkan setelah pertemuan tersebut berakhir, mereka sekali lagi menegaskan akan pentingnya dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
Presiden AS, Joe Biden, dan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol mengadakan pertemuan puncak pada bulan April tahun lalu dan mengeluarkan pernyataan bersama guna memperingati 70 tahun aliansi AS-Korsel. Kala itu, mereka juga menegaskan kembali bahwa menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan adalah unsur yang tak terpisahkan dalam keamanan dan kemakmuran kawasan.
Dalam sebuah pers rilis dari Departemen Pertahanan AS menyatakan bahwa dalam Dialog Pertahanan Terintegrasi Korea-AS ke-24 yang digelar pada tanggal 11 April, pihaknya telah melakukan diskusi mendalam mengenai tiga pilar utama dari visi pertahanan aliansi, termasuk meningkatkan kemampuan deterensi terhadap Korea Utara, meningkatkan kemampuan teknologi modern, serta memperkuat kerja sama dengan negara-negara yang memiliki prinsip serupa.
Pers rilis tersebut menyebutkan, kedua belah pihak mengungkapkan kekhawatiran mereka jika provokasi yang berkelanjutan dari Korea Utara, serta pengembangan kemampuan nuklir dan rudalnya akan merusak stabilitas di Semenanjung Korea dan di wilayah tersebut. Pihak AS menegaskan bahwa mereka akan menggunakan seluruh kekuatan militer mereka, termasuk senjata nuklir, kekuatan konvensional, pertahanan rudal, dan kemampuan pertahananan non-nuklir termutakhir, karena penggunaan senjata nuklir oleh Korea Utara tidak dapat diterima.
Selain itu, AS dan Korsel merasa jika kerja sama militer yang semakin erat antara Korea Utara dan Rusi, terutama dalam hal transfer senjata dan teknologi tinggi, telah melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan juga merusak perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea, Eropa, serta wilayah Indo-Pasifik.
AS dan Korsel juga sedang mempertimbangkan kemajuan dalam memperluas aliansi mereka menjadi hubungan strategis global yang komprehensif. Mereka akan menggabungkan nilai-nilai dan kepentingan bersama dengan mitra-mitra mereka untuk mendorong kerja sama pertahanan dan keamanan di wilayah tersebut, serta menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.