(Taiwan, ROC) -- Setelah gempa melanda Taiwan, Deputi Permanen Representatif Daratan Tiongkok untuk PBB, Geng Shuang (耿爽) dalam sidang Dewan Keamanan PBB menyampaikan apresiasi atas perhatian komunitas internasional. Kantor Perwakilan Republik Tiongkok di New York mengecam tindakan perang kognitif RRT, menonjolkan pemerintah Beijing hanya mempolitisir, menunjukkan karakter otoriter bukan niat baik.
Musibah gempa Hualien berskala 7,2 SR terjadi 3 April, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield dalam sidang Dewan Keamanan PBB, sebelum mengutarakan pandangannya dalam sidang pembahasan anak-anak dan konflik bersenjata, ia menyampaikan belasungkawa atas musibah gempa Hualien yang menimbulkan korban luka-luka dan kematian, turut berduka cita kepada warga korban yang dirugikan akibat gempa ini.
Berlanjut Geng Shuang mengatakan, “baru saja ada representatif yang mengungkit “kawasan Taiwan Daratan Tiongkok” terjadi gempa dahsyat. Menanggapi musibah gempa kali ini, Daratan Tiongkok menaruh perhatian besar, telah menyampaikan simpati dan peduli kepada warga Taiwan dan bersedia memberikan bantuan. Kami sangat mengapresiasi komunitas internasional yang memberikan rasa simpati dan perhatian.”
Kantor perwakilan ROC di New York pada hari Jumat ini mengeluarkan pers rilis dan menyampaikan bantahan atas pernyataan pemerintah Beijing yang memutarbalik fakta kedaulatan Taiwan, dan mengecam “tindakan tidak tahu malu” pemerintah RRT yang memanfaatkan musibah gempa dan mempolitisir serta mengencarkan perang kognitif dalam ajang internasional.
Kantor perwakilan setempat mengatakan, Republik Tiongkok (Taiwan) adalah negara yang berdaulat dan tidak berafiliasi dengan Republik Rakyat Tiongkok, hanya pemerintah yang dipilih oleh masyarakat Taiwan yang berhak untuk mewakili 23,5 juta rakyatnya di ajang internasional, Republik Rakyat Tiongkok sama sekali tidak pernah memerintah Taiwan, Taiwan sama sekali bukan bagian dari RRT, ini yang menjadi status quo selat Taiwan dan fakta obyektif yang diakui dunia internasional.
Pers rilis yang diterbitkan menerangkan, “kami berterima kasih atas masyarakat internasional yang menaruh perhatian atas musibah gempa yang melanda Taiwan, juga mengimbau komunitas internasional memerhatikan dan mengecam RRT yang mengulangi tindakan memutarbalik pandangan tentang posisi kedaulatan Taiwan.”
Berkaitan dengan pernyataan yang diutarakan Geng Shuang dalam sidang Dewan Keamanan PBB, Juru Bicara Kemenlu Jeff Liu dan kantor perwakilan ROC di New York berpandangan sama, membantah pernyataan tersebut. Ketua Koordinator Komite Luar Negeri dan Pertahanan Nasional, Yuan Legislatif Wang Ting-yu(王定宇) mengecam, Geng Shuang mendapat instruksi untuk membuat pernyataan “yang menjijikan”, perbuatan RRT sungguh “tidak tahu malu”.