(Taiwan, ROC) – Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron dalam sebuah wawancara khusus dengan Australian Broadcasting Corporation (ABC) ketika tengah melakukan kunjungan di Australia, mengatakan bahwa jika muncul situasi seperti “pemblokiran” di sekitar Taiwan, hal ini tidak hanya akan berdampak bagi Taiwan, tetapi juga akan memiliki “dampak bencana yang sangat serius” bagi perekonomian global.
David Cameron menunjukkan, masyarakat dunia telah menyaksikan dampak bencana dari pandemi COVID-19, dan efek dari pemblokiran di sekitar Taiwan akan melampaui dampak COVID-19.
Dirinya memberitahu program berita malam ABC bahwa papan indikator global saat ini menunjukkan lampu merah menyala secara besar-besaran, dan situasi global semakin berbahaya dan tidak pasti, merupakan sesuatu yang jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
David Cameron menyebut Negeri Tirai Bambu sebagai “tantangan zaman”. Meskipun Inggris berharap untuk berinteraksi dengan Negeri Panda sebanyak mungkin, tetapi tindakan Negeri Tirai Bambu dalam beberapa aspek sangat menantang, seperti di Hong Kong, atau cara mereka memperlakukan Australia belakangan ini.
Ia menyatakan bahwa Republik Rakyat Tiongkok menjadi semakin kuat dan otoriter dari hari demi hari, yang menyoroti perlunya kerja sama antara Inggris, Australia, dan mitra-mitra sejalan lainnya.
Dirinya menunjukkan, “Kemitraan Keamanan Tiga Negara / AUKUS” yang dibentuk oleh Australia, Inggris, dan Amerika Serikat berpotensi menjadi kekuatan pencegah utama terhadap ambisi Pemerintah Beijing di wilayah Indo-Pasifik. Bagi Inggris, pembentukan AUKUS bukanlah khayalan imperial, tetapi karena kawasan Indo-Pasifik memiliki dampak yang sangat besar terhadap kemakmuran global.