(Taiwan, ROC) - Aktivis keselamatan jalan raya turun ke jalan pada hari Minggu di tujuh kota dan kabupaten di Taiwan untuk memprotes rancangan amandemen undang-undang lalu lintas yang akan secara efektif meringankan hukuman untuk pelanggaran lalu lintas "kecil".
Aksi protes "flash mob" tersebut diorganisasi oleh Taiwan Vision Zero Alliance (TVZA) dan berlangsung selama sekitar 30 menit di jalan-jalan di kota Taipei, Taoyuan, Hsinchu, Taichung, Tainan dan Kaohsiung, serta Kabupaten Yunlin.
Para pengunjuk rasa menyerukan perbaikan pembangunan jalan, langkah-langkah pelengkap yang memadai terhadap undang-undang tersebut, pelatihan ulang prosedur bagi pengemudi, reformasi penegakan peraturan lalu lintas, dan menuntut agar rancangan amandemen tersebut dicabut.
Berdasarkan proposal amandemen Undang-Undang Pengendalian dan Hukuman Lalu Lintas yang disetujui oleh Kabinet pada tanggal 7 Maret, masyarakat tidak lagi dapat melaporkan pelanggaran lalu lintas yang dikenakan denda hingga NT$1.200.
Pelanggaran-pelanggaran tersebut antara lain berbicara menggunakan ponsel sambil mengendarai motor, membalikkan kendaraan tanpa memerhatikan pejalan kaki, dan parkir ilegal di tempat yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas.
Segera setelah diusulkan, proposal tersebut segera membangkitkan suara oposisi dari berbagai kalangan. Sebuah ormas di Tainan berkomentar pada hari Minggu bahwa mengesahkan amandemen tersebut berarti "mempermudah pelanggaran hukum."
Para pengunjuk rasa juga menyerukan masyarakat untuk ikut aksi demo yang direncanakan diadakan di depan Gedung Yuan Legislatif pada tanggal 23 Maret untuk meningkatkan tekanan pada pemerintah agar mencabut rancangan amandemen tersebut.