History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taiwan Disebut sebagai “Tempat Paling Berbahaya di Dunia”, Pembawa Acara Ternama CNN: “Kini Menjadi Lebih Berbahaya”

  • 12 March, 2024
  • 尤繼富
Taiwan Disebut sebagai “Tempat Paling Berbahaya di Dunia”, Pembawa Acara Ternama CNN: “Kini Menjadi Lebih Berbahaya”
Taiwan Disebut sebagai “Tempat Paling Berbahaya di Dunia”, Pembawa Acara Ternama CNN: “Kini Menjadi Lebih Berbahaya” 圖/LINE TODAY

(Taiwan, ROC) --- Pada tahun 2021, majalah "The Economist" dari Britania Raya sempat menobatkan Taiwan sebagai "daerah paling berbahaya di dunia".

Tiga tahun setelahnya, media CNN merilis sebuah analisis dari seorang pembawa acara terkemuka, Fareed Zakaria, yang menilai bahwa situasi di Taiwan "akan semakin berbahaya."

Dalam analisis yang diterbitkan oleh CNN pada tanggal 10 Maret 2024, diuraikan bahwa eskalasi ketegangan di Selat Taiwan berakar pada intensifikasi rivalitas geopolitik antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

台灣成全球最危險的地方? CNN主持人驚曝:若爆發大戰3方皆輸| 國際| CTWANT

Pada tahun 2021, majalah "The Economist" dari Britania Raya sempat menobatkan Taiwan sebagai "daerah paling berbahaya di dunia". 圖/X

Namun, Zakaria menyatakan ketidakpercayaannya terhadap kemungkinan konflik bersenjata tak terelakkan antara kedua negara, mengingat dinamika unik masa kini di mana persaingan geopolitik berlangsung bersamaan dengan ketergantungan ekonomi yang mendalam.

Dia memberikan contoh pada masa Perang Dingin misalnya, ketika nilai perdagangan tahunan antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet tidak pernah melebihi US$5 miliar.

Sementara itu, nilai perdagangan antara Amerika Serikat dengan Tiongkok mencapai US$5 miliar dalam beberapa hari saja pada masa sekarang. Angka tersebut belum menunjukkan penurunan signifikan meskipun terdapat pengaruh dari tarif dan pembatasan perdagangan yang diberlakukan dalam beberapa tahun belakangan.

Selain itu, Zakaria tidak menganggap Republik Rakyat Tiongkok sebagai "negara revolusioner" yang berusaha untuk menumbangkan tatanan internasional atau menampilkan ideologi alternatif terhadap Amerika Serikat.

Dia menyatakan bahwa persaingan ideologi yang menandai era Perang Dingin pada dasarnya tidak ada saat ini.

台灣是地球最危險地方?CNN主持人驚曝「變更危險了」:大戰注定爆發| ETtoday國際新聞| ETtoday新聞雲

Pembawa acara ternama CNN, Fareed Zakaria. 圖/UDN

Pakar tersebut berpendapat bahwa terdapat efek pencegahan perang nuklir antara AS dan Tiongkok. Baik AS maupun Tiongkok memiliki gudang senjata nuklir yang besar. Kekuatan destruktif yang dimiliki kedua negara ini diyakini mampu menimbulkan efek jera dan mencegah terjadinya perang nuklir.

Namun, Taiwan merupakan inti dari hubungan AS-Tiongkok, menurut Zakaria. Dalam tinjauannya terhadap hubungan antar Selat, dia menunjukkan bahwa setiap pemimpin Tiongkok telah menegaskan tujuan untuk menyatukan kedua sisi Selat.

Pada masa lalu, Beijing berpandangan bahwa mereka dapat menunggu, membiarkan waktu berpihak pada mereka. Namun, dengan berkembangnya demokrasi yang dinamis di Taiwan, yang mana bertentangan secara tajam dengan pihak daratan, maka membuat keinginan Taiwan untuk tidak bersatu telah menjadi lebih kuat selama beberapa dekade terakhir.

Zakaria percaya bahwa Beijing menyadari situasi ini dan merasa bahwa waktu tidak lagi berpihak pada mereka, mungkin menganggap bahwa bertindak lebih cepat lebih baik daripada menunda.

圖/中時新聞網

Bagi Amerika Serikat dan banyak sekutu Asia, mereka tidak dapat menerima tindakan agresif Beijing terhadap Taiwan. Namun, Washington selalu bersedia menerima klaim Beijing terhadap Taiwan selama tujuan tersebut tidak dicapai melalui paksaan.

Zakaria menunjukkan bahwa, bagi semua pihak, kebijakan Taiwan berarti memungkinkan berbagai spekulasi tentang masa depan selama status quo tetap tidak berubah.

Dia menyebutkan bahwa mayoritas warga Taiwan juga ingin mempertahankan status quo, meskipun dalam pemilihan presiden terbaru, Partai Progresif Demokrat (DPP) memenangkan pemerintahan untuk ketiga kalinya dengan hanya 40% suara, sedangkan 60% suara terbagi antara Partai Kuomintang (KMT) dan Partai Rakyat Taiwan (TPP).

Zakaria menganalisis, dalam konteks ini, masalah Taiwan harus dikelola dan bukannya diselesaikan, terutama sikap Beijing dan Washington harus mengendalikan situasi dengan sangat hati-hati.

Ia menekankan bahwa tidak ada ruang untuk provokasi. Ketiga belah pihak harus terus berdialog untuk memastikan tidak ada kesalahpahaman atau kesalahan penilaian.

Zakaria memperingatkan bahwa jika situasi tegang ditangani dengan salah, dan jika konflik berubah menjadi perang, akan menjadi kerugian bagi ketiga pihak dan bencana bagi dunia.

Komentar

Terbarumore