(Taiwan, ROC) - Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) menekankan bahwa Amerika Serikat adalah mitra keamanan dan ekonomi yang penting bagi Taiwan, berharap masalah pajak berganda dapat diselesaikan dengan sukses di masa depan dan kerja sama di bidang-bidang seperti keamanan telekomunikasi dapat terus diperkuat.
Kepala negara mengungkapkan hal tersebut saat menemui rombongan cendekiawan Washington di Istana Kepresidenan pada hari Senin. Anggota rombongan mencakup Direktur Program Indo-Pasifik German Marshall Fund (GMF), Bonnie Glaser; Direktur Eksekutif Eurasia Group, Rick Waters; peneliti senior di American Enterprise Institute, Zack Cooper; dan Direktur Freeman dan Ketua Studi Tiongkok di Pusat Studi Strategis dan Internasional (Center for Strategic and International Studies, CSIS), Jude Blanchette.
Presiden Tsai mengemukakan, sebagai anggota komunitas internasional yang bertanggung jawab, Taiwan selalu berkomitmen untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional, dan juga berharap dapat memperluas kerja sama dengan kubu demokrasi global untuk bersama-sama melindungi nilai demokrasi dan kebebasan.
Tsai mengatakan, “Amerika Serikat adalah mitra keamanan dan ekonomi penting bagi Taiwan. Bagian pertama perjanjian Inisiatif Perdagangan Abad ke-21 Taiwan-AS telah ditandatangani tahun lalu. Kami juga berharap Taiwan dan AS akan berhasil menyelesaikan masalah perpajakan bilateral di masa depan dan terus memperkuat kerja sama di berbagai bidang seperti ekonomi digital, teknologi baru, dan keamanan telekomunikasi.”
Presiden berterima kasih kepada para cendekiawan yang hadir atas perhatian jangka panjang yang dicurahkan pada perkembangan situasi di Selat Taiwan dan dukungan mereka terhadap Taiwan. Melalui publikasi berbagai laporan penelitian, mereka telah membantu dunia lebih memahami peran kunci yang dimainkan Taiwan di kawasan, tegas kepala negara.
Sementara itu, Glaser memuji kepemimpinan Presiden Tsai selama delapan tahun terakhir dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan serta kebebasan dan demokrasi Taiwan. Dia menekankan bahwa Presiden Tsai adalah mitra paling menonjol bagi AS dan banyak negara lainnya, juga percaya bahwa berdasarkan landasan kuat yang dibangun oleh Presiden Tsai, hubungan Taiwan-AS akan tetap kokoh setelah penyerahan kekuasaan di Taiwan.