History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Yuan Legislatif Terima Surat Ancaman, Mendagri Ungkap IP Pelaku Berada di Luar Negeri

  • 08 March, 2024
  • 陳柏萇
Yuan Legislatif Terima Surat Ancaman, Mendagri Ungkap IP Pelaku Berada di Luar Negeri
Yuan Legislatif Terima Surat Ancaman, Mendagri Ungkap IP Pelaku Berada di Luar Negeri

(Taiwan, ROC) -- Belakangan ini beberapa anggota legislator menerima surat ancaman bom secara berturut-turut. Menteri Dalam Negeri (MOI) Taiwan Lin Yu-chang (林右昌) mengatakan hari ini (8/3), polisi telah memperkuat keamanan dan berupaya keras untuk memastikan keamanan pribadi semua anggota legislator. Lin Yu-chang juga mengatakan, karena sebagian pelaku menggunakan lokasi IP di luar negeri, pihaknya telah memulai mekanisme kerja sama internasional. Saat ini, polisi telah mengidentifikasi tersangka tertentu dan terus melakukan penyelidikan.

Baru-baru ini, anggota legislator dari Partai Kuomintang Lo Chih-chiang (羅智強), serta anggota legislator dari Partai Progresif Demokratik (DPP) Huang Jie (黃捷), Wang Mei-hui (王美惠), Wu Li-hua (伍麗華), dan Puma Shen (沈伯洋) berturut-turut menerima ancaman bom melalui surel sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan pribadi para legislator.

Dalam wawancaranya di Yuan Legislatif, Menteri MOI Lin Yu-chang mengatakan bahwa Taiwan adalah negara demokrasi berdasarkan hukum, yang tidak akan mentolerir ancaman atau intimidasi terhadap keselamatan pribadi anggota legislator.

Oleh karena itu, Badan Kepolisian Nasional (NPA) segera memerintahkan peningkatan keamanan untuk memastikan keamanan pribadi dan lokasi para anggota legislator. Saat ini, kekuatan polisi yang disediakan sudah cukup, dan ada mekanisme yang lengkap untuk melakukan tindakan keamanan sesuai kebutuhan anggota legislator. Jika diperlukan, personel dari unit lain juga akan dipanggil untuk memberikan bantuan.

Grup penggemar “Akademi Kuma” —lembaga pendidikan yang didirikan oleh anggota legislator DPP, Puma Shen—juga baru-baru ini juga menerima komentar yang berisi ancaman kiriman paket bom. Dalam wawancaranya, Puma Shen mengungkapkan bahwa kasus ancaman di Taiwan belakangan ini dapat dibagi menjadi dua jalur yang berbeda. Satu di antaranya melibatkan Zhang Hai-chuan (張海川), seorang mahasiswa asal Tiongkok yang terampil dalam mengirim surat ancaman melalui e-mail instansi resmi. Namun, Zhang Hai-chuan biasanya tidak pernah salah menulis nama orang lain. Sementara, surat ancaman kali ini sengaja salah menuliskan nama dan memiliki gaya serta bahasa yang berbeda. Shen memprediksi bahwa ini merupakan kasus yang berbeda.

Komentar

Terbarumore