(Taiwan, ROC) --- Selasa hari ini (5/3) adalah Jingzhe (驚蟄), yang merupakan salah satu dari 24 periode musim dalam kalender tradisional Tiongkok, yang jatuh sekitar tanggal 5 atau 6 Maret.
Kata "驚蟄" secara harfiah berarti "membangunkan serangga dari hibernasi". Periode ini menandakan berakhirnya musim dingin dan dimulainya musim semi, dimana suara guntur pertama (春雷Chūnléi) di musim semi dipercaya dapat membangunkan serangga dan hewan yang berhibernasi selama musim dingin.
Menurut tradisi, Jingzhe dianggap sebagai waktu di mana semua makhluk hidup kembali bangkit dan bumi kembali menjadi hidup. Ini juga merupakan simbol dari pembangunan kembali dan kebangkitan alam.
Selain itu, Jingzhe juga dikaitkan dengan berbagai adat dan tabu, seperti menghindari pernikahan atau pertemuan untuk mencari jodoh, menghindari area pegunungan dan hutan karena kemunculan banyak serangga, dan tradisi mengalahkan "musuh kecil" untuk mengusir nasib buruk atau gangguan dari orang lain.

圖/買厝阿明
Tradisi Jingzhe
1. Makan Pir
Ada kebiasaan makan pir pada masa Jingzhe di kalangan masyarakat, karena dengan bergemuruhnya guntur musim semi, serangga mulai bermunculan.
Guna terhindar dari serangan hama, kata "Lí 梨" dalam pir memiliki bunyi yang sama dengan "Lí 離" yang artinya "menjauh", sehingga muncul anjuran untuk makan pir sebagai cara untuk menjauh dari serangga.
Selain itu, cuaca pada periode Jingzhe cenderung kering, membuat orang mudah mengalami kekeringan di mulut dan tenggorokan, sehingga makan pir dapat membantu melembapkan paru-paru dan menjaga kesehatan.
2. Mengalahkan Musuh Kecil dan Ritual Harimau Putih (白虎)
Pada masa Jingzhe, ular, tikus, serangga, dan semut mulai bermunculan. Hama-hama ini dianggap sebagai musuh kecil yang suka membuat masalah, maka dari itu ada tradisi mengalahkan musuh kecil pada hari Jingzhe.
Masyarakat juga melakukan ritual harimau putih (白虎Baihu) di kuil untuk mengusir nasib buruk.
圖/baishenwenhua
3. Makan Edamame
Edamame bentuknya mirip ulat, sehingga pada masa Jingzhe ada tradisi makan edamame atau menumis edamame, yang melambangkan memakan ulat atau menumis serangga, sebagai simbol mengusir hama.
4. Hari Pembasmian Serangga
Pada hari Jingzhe, bisa menggunakan insektisida atau kapur untuk membersihkan hama, sehingga bisa membersihkan hama dengan tuntas.
5. Mengalahkan dan Pecahkan "Musuh Kecil 小人"
Anda bisa menuliskan nama orang yang tidak disukai pada selembar kertas, kemudian memukulnya dengan sepatu, sebagai simbol menginjak serangga atau mengalahkan "musuh kecil".
Dewasa ini, kata 小人 (xiǎorén) dalam bahasa Mandarin memiliki makna adalah orang yang diam-diam merencanakan atau melakukan tindakan jahat terhadap orang lain, mereka suka menyebarkan rumor atau fitnah.
小人 (xiǎorén) berlawanan dengan 貴人 (guìrén) yang berarti orang yang baik dan membawa keberuntungan.
Di daerah Guangdong, Hong Kong, dan Makau, terdapat tradisi "打小人" (dǎ xiǎorén) yang merupakan ritual mistis untuk menyingkirkan pengaruh buruk dari 小人.

Ritual "打小人" (dǎ xiǎorén) (arti: memukul musuh kecil) mudah dijumpai di kawasan Guangdong, Hong Kong, dan Makau. 圖/星島頭條
Tabu Jingzhe
1. Tidak Boleh Menikah atau Bertemu Jodoh
Menurut tradisi yang ada, menikah atau bertemu jodoh selama Jingzhe akan mendapat hukuman dari Dewa Petir karena Dewa Petir akan mengirimkan petir, sehingga dianggap sebagai simbol nasib buruk.
Dipercaya bahwa menikah selama Jingzhe akan menyebabkan pasangan dipisahkan oleh Dewa Petir, maka ada pepatah "驚蟄嫁娶淚汪汪,雷打鴛鴦各一方Jīngzhé jià qǔ lèi wāngwāng, léi dǎ yuānyāng gè yīfāng", yang artinya kira-kira "Menikah di Hari Jingzhe Dibanjiri Air Mata, Petir Memisahkan Sepasang Kekasih".
2. Hindari Area Pegunungan dan Hutan
Karena banyak serangga muncul selama Jingzhe, sebaiknya menghindari pergi ke area pegunungan dan hutan untuk mencegah terlalu banyak serangga yang bisa menyebabkan gigitan dan alergi pada tubuh.

圖/TVBS
3. Hindari Negosiasi dan Penandatanganan Kontrak
Selama Jingzhe, dianggap banyak "musuh kecil" dan hama. Oleh karena itu, negosiasi dan penandatanganan kontrak mungkin akan menyebabkan kerugian dan mudah terjadi sengketa hukum.
4. Hindari Menunjuk ke Langit
Menunjuk ke langit dianggap tidak sopan, jadi sebaiknya tidak menunjuk ke langit selama hari-hari sekitar Jingzhe, agar tidak membuat Dewa Petir marah.
圖/YAHOO 台灣
5. Anak-anak Hindari Area Kosong
Pada hari Jingzhe, anak-anak yang mendengar suara guntur bisa merasa ketakutan, bahkan bisa membuat mereka menangis tanpa henti. Jika cuaca mendung, sebaiknya hindari keluar rumah.
6. Penghuni Lantai Dasar Harus Menutup Pintu dan Jendela Rapat-rapat
Pada hari Jingzhe, serangga petir muncul, serangga petir yang dimaksud adalah kelabang, maka penghuni lantai dasar disarankan untuk menutup pintu dan jendela dengan rapat untuk mencegah kelabang masuk ke dalam rumah.