(Taiwan, ROC) – Ketegangan wilayah perairan Kinmen-Xiamen kian meningkat. Ketika menjawab pertanyaan media Amerika yang mempertanyakan seringnya pesawat militer Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melintasi “Garis Tengah Selat Taiwan” pada akhir bulan lalu, Juru Bicara Kementerian Pertahanan RRT Zhang Xiao-gang (張曉剛) menyatakan bahwa tidak ada yang disebut sebagai “Garis Tengah Selat”. Latihan militer yang dilakukan oleh Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) Negeri Tirai Bambu di wilayah Selat Taiwan adalah tindakan yang sah guna menjaga “kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan negara”.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng (邱國正) dalam sebuah wawancara saat sebelum menghadiri rapat interpelasi di Yuan Legislatif pada hari ini (1/3) menyampaikan, meskipun tidak ada perjanjian resmi terkait “Garis Tengah Selat”, tetapi telah ada kesepakatan diam-diam yang telah berlangsung selama bertahun-tahun”. Menhan Chiu Kuo-cheng (邱國正) mengatakan, ”Tidak ada perjanjian resmi terkait Garis Tengah Selat, tetapi ada kesepakatan diam-diam. Selama bertahun-tahun, kedua belah pihak telah mematuhi kesepakatan tersebut. Meskipun tidak ada pagar yang terletak di kiri dan kanan tetangga, tetapi juga mengetahui ini milikmu dan ini milikku, serta saling menghormati. Jika tidak mengakui kesepakatan tersebut, maka ke depannya tidak akan ada ruang kelonggaran, yang mungkin menimbulkan tekanan lebih besar pada wilayah tersebut. Ini harus dipertimbangkan dengan cermat.”
Terkait dengan misi peluncuran satelit yang dilakukan oleh Negeri Panda di Pusat Peluncuran Satelit Xichang di Provinsi Sichuan, RRT, pada akhir bulan lalu, Menhan Taiwan Chiu Kuo-cheng (邱國正) mengatakan bahwa setiap kali Negeri Tirai Bambu meluncurkan roket, mereka mengeluarkan pemberitahuan melalui Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat. Setelah diumumkan, Kementerian Pertahanan Nasional (MND) Taiwan akan melakukan penilaian berdasarkan lokasi peluncuran. Jikalau berada dalam jangkauan, maka tidak perlu ada peringatan. Namun, jika dianggap berpotensi berbahaya atau ada perubahaan dari perkiraan semula, peringatan pun akan diberikan.
Ketika media bertanya apakah Menhan Chiu Kuo-cheng (邱國正) khawatir akan eskalasi konflik lintas selat sebelum Presiden Taiwan terpilih, Lai Ching-te (賴清德) mulai menjabat pada tanggal 20 Mei mendatang? Menhan Chiu Kuo-cheng (邱國正) menyampaikan bahwa dirinya tidak tahu, dan MND akan terus memantau situasi tersebut. Dalam sisi militer, mereka akan memperhatikan setiap gerakan atau pengintaian, dan tetap waspada.