(Taiwan, ROC) -- Berkaitan dengan Direktur Kantor Urusan Taiwan, Song Tao saat bertemu dengan Wakil Ketua Kuomintang Andrew Hsia (夏立言) mengatakan, kapal nelayan terbalik, “pemerintah DPP tidak menanggapi nyawa manusia dengan serius”, sementara direspons Andrew Hsia akan mendesak pemerintah untuk menanganinya, hal ini memicu kontroversi. Perdana Menteri Chen Chien-ren pada Jumat (1/3) mengatakan, penegakan hukum yang dilakukan petugas Ditjen Keamanan Laut dan Pantai sesuai prosedur, sangat menyesali kondisi ini diputar balikkan oleh pemerintah RRT, bahkan mendengar Andrew Hsia berpihak pada RRT, merasakan hal ini sangat tidak adil bagi petugas Ditjen Keamanan Laut dan Pantai, pernyataan dari Andrew Hsia tidak tepat.
Sehubungan dengan hal ini, PM Chen Chien-ren pada hari ini (1/3) dalam sidang interpelasi Yuan Legislatif menyampaikan, petugas penjaga keamanan laut dan pantai menjalankan tugas sebagaimana mestinya, sesuai dengan aturan hukum, sangat menyesali tindakan RRT yang memutarbalik dan memfitnah aparat yang tengah menjalankan tugasnya, dan pernyataan Andrew hsia juga sangat membingungkan.
PM Chen Chien-ren mengatakan, “Kami merasakan pernyataan dari Wakil Ketua KMT Andrew Hsia demikian, sangat menyesali, lagi pula merasakan keberpihakkannya membuat aparat penegak hukum penjaga keamanan laut dan pantai merasa tidak adil, dalam hal ini saya juga merasa pandangan Andrew Hsia tentang musibah ini tidaklah tepat.”
PM Chen mengimbau, demi menjalin pertukaran lintas selat yang sehat, semestinya harus berpegang pada pendekatan pragmatis dalam menangani kapal nelayan RRT yang terbalik, jangan sengaja mengkambinghitamkan, mencerca atau memfitnah petugas Ditjen Keamanan Laut dan Pantai, ia juga berharap penanganan kasus ini ditangani dengan pendekatan pragmatis, guna melindungi kepentingan masyarakat antar selat.