(Taiwan, ROC) --- Upacara perpisahan untuk mengenang sosok pengacara difabel Chen Chun-han (陳俊翰) diadakan pada 27 Februari pagi di Kota Hsinchu.
Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) hadir langsung untuk memberikan penghargaan, menyatakan bahwa kepergian Chen Chun-han merupakan kehilangan besar bagi masyarakat Taiwan. Beliau juga mengucapkan terima kasih atas kontribusi Chen Chun-han untuk Taiwan.
Wakil Presiden William Lai (賴清德) dan Wakil Presiden terpilih Hsiao Bi-khim (蕭美琴) keduanya menyatakan akan terus berusaha untuk mewujudkan ide dan aspirasi Chen Chun-han.
Selain berprofesi sebagai pengacara, Chen Chun-han adalah anggota kelompok promosi perlindungan hak asasi manusia Yuan Eksekutif. Ia meninggal pada beberapa hari yang lalu, dan upacara perpisahannya diadakan pada Selasa (27 Feb) pagi.
Presiden Tsai Ing-wen secara pribadi datang untuk memberikan penghargaan yang diterima oleh ayahanda Chen Chun-han, Chen Hai-bin (陳海彬).
Wakil Presiden dan Ketua Partai Progresif Demokrat William Lai, serta Wakil Presiden terpilih Hsiao Bi-khim, dan Ketua Yuan Pengawas Chen Chu (陳菊) juga hadir untuk memberikan penghormatan.
Dalam kata sambutannya, Kepala Negara menyatakan bahwa hidup Chen Chun-han dipenuhi dengan ketekunan dan dedikasi, siapa pun yang mengetahui kisah hidupnya akan tergerak oleh usahanya dan mengagumi pencapaiannya yang luar biasa.
Presiden menyatakan bahwa Chen Chun-han telah berjuang melawan penyakit yang dideritanya semenjak kecil. Ia berusaha mengatasi rintangan dengan ketekunan yang tak tertandingi untuk mewujudkan mimpinya. Tidak hanya memperoleh lisensi akuntan, tetapi ia juga menjadi pakar hukum dan advokat hak asasi manusia yang luar biasa.
Presiden Tsai melanjutkan, Chen Chun-han pernah mengatakan Taiwan adalah negaranya, dan dia berharap dapat melakukan lebih banyak lagi untuk Taiwan. Oleh karena itu, setelah menyelesaikan studinya di Amerika Serikat, Chen Chun-han kembali ke kampung halamannya untuk secara aktif memberikan kontribusi profesionalnya.
Ia senantiasa berbicara atas nama kaum lemah, memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas, serta berjuang untuk keadilan dan kesetaraan sosial. Kepala Negara mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kontribusi Chen Chun-han, yang seumur hidupnya didedikasikan untuk Taiwan.
Presiden Tsai mengatakan, “Kami semua sangat sedih dan merasa kehilangan atas kepergian Chen Chun-han, yang merupakan kehilangan besar bagi masyarakat Taiwan. Kegemilangan Chen Chun-han akan selalu ada di hati kami, dan tugasnya akan kami lanjutkan untuk diwujudkan.”
Wakil Presiden William Lai mengatakan bahwa dia menghadiri upacara perpisahan dengan perasaan yang bercampur aduk, antara kagum dengan sedih.
Wapres menambahkan bahwa Chen Chun-han seharusnya sudah terbebaskan dari penyakit dan penderitaan, bahkan mungkin telah menjadi bintang yang bersinar dengan keberanian, kekuatan, dan cahaya yang tidak pernah menyerah.
Chen Chun-han akan menjadi sosok yang membimbing setiap orang di tengah kesulitan untuk tetap berani dan berdiri teguh. William Lai melanjutkan, Chen Chun-han pernah mengatakan bahwa sosok masyarakat yang baik adalah masyarakat yang memungkinkan semua orang mengejar impian mereka tanpa dibatasi oleh hambatan.
Oleh karena itu, dalam beberapa tahun terakhir, Chen Chun-han, dengan tubuhnya yang rapuh, tetap menunjukkan kehendak kuatnya dalam mendorong undang-undang perlindungan bagi penyandang disabilitas, serta mempromosikan perluasan manfaat obat untuk penyakit langka, dan kebijakan perawatan jangka panjang 3.0.
Partai DPP akan terus melanjutkan dan mewujudkan visi di atas. Wakil Presiden William Lai mengatakan, "Meskipun Chen Chun-han telah pergi hari ini, sang filsuf mungkin telah berada di kejauhan, tetapi ideologinya tetap ada. Saya dan tim Partai DPP akan mewujudkan ide dan aspirasi Chen Chun-han satu per satu."
Calon Wakil Presiden terpilih Hsiao Bi-khim dalam sambutannya, terdengar sempat terisak, menyatakan bahwa semangat, ketekunan, dan kekuatan Chen Chun-han telah menginspirasi banyak orang.
Semangatnya yang tak pernah menyerah, usahanya untuk mengatasi segala kesulitan, kekuatannya, serta cinta yang ditunjukkan oleh ibu Chen Chun-han terhadapnya, akan memberikan kekuatan, inspirasi, dan motivasi yang lebih besar untuk terus berusaha mewujudkan impiannya.
![]()
(foto: Kantor Kepresidenan Taiwan)