History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taipower Gandeng Produsen Jepang Teken MOU Amonia, PLT Dalin akan Menghasilkan 5% Listrik Campuran Amonia pada Tahun 2030.

  • 29 February, 2024
  • 鄭蕙玲
Taipower Gandeng Produsen Jepang Teken MOU Amonia, PLT Dalin akan Menghasilkan 5% Listrik Campuran Amonia pada Tahun 2030.
Taipower Gandeng Produsen Jepang Teken MOU Amonia, PLT Dalin akan Menghasilkan 5% Listrik Campuran Amonia pada Tahun 2030. (foto: Taipower)

(Taiwan, ROC) --- Dalam upaya mencapai target netralitas karbon pada tahun 2050, Taipower mengadopsi pendekatan tiga langkah yang mencakup penggunaan hidrogen campuran, amonia campuran, dan penangkapan karbon dalam operasi pembangkit listrik tenaga bahan bakar fosil.

Pada Kamis hari ini (29/2), Taipower menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait teknologi pembakaran batu bara campuran amonia dengan perusahaan Jepang IHI dan Sumitomo Corporation.

Tujuannya adalah untuk mencapai tren pembangkit listrik dengan campuran amonia sebesar 5% pada tahun 2030 di Pembangkit Listrik Dalin, Kaohsiung. Langkah ini diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon hingga 90 juta ton per tahun, setara dengan kapasitas penyerapan karbon dari 23 Taman Kota Daan di Taipei setiap tahunnya.

Setelah sebelumnya bekerja sama dengan Mitsubishi Jepang pada tahun 2022 untuk proyek campuran amonia di PLT Linkou, Taipower kini kembali berkolaborasi dengan IHI dan Sumitomo Corporation untuk proyek di PLT Dalin.

Kolaborasi ini menekankan pada pematangan teknologi campuran amonia yang tidak hanya akan mendukung diversifikasi sumber energi dan keamanan energi, tetapi juga merealisasikan visi nol emisi bersih.

Dalam kemitraan ini, fokus utama adalah pada PLT Dalin untuk mengevaluasi kelayakan teknologi pembakaran, adaptasi, dan pasokan bahan bakar, dengan harapan untuk memulai uji coba pembakaran campuran amonia pada tahun 2030.

Wakil Direktur Taipower, Cheng Ching-hung (鄭慶鴻), mengatakan, "Diperkirakan sebelum akhir tahun depan akan dilakukan studi kelayakan. Setelah studi kelayakan, kami akan memulai desain teknis terperinci tentang bagaimana melakukannya, kemudian akan dilanjutkan dengan konstruksi. Konstruksi ini memerlukan penghentian operasi untuk sementara waktu, sehingga seluruh proses diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 6 tahun. Jadi, targetnya adalah pada tahun 2030 kami dapat mencapai uji coba campuran amonia sebesar 5%."

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Eksekutif Sumitomo Corporation, mengusulkan bahwa Pelabuhan Kaohsiung dapat mengadopsi pengalaman Jepang sebagai titik penerimaan dan penyediaan bahan bakar netral karbon.

Menanggapi usulan di atas, Wakil Direktur Taipower, Cheng Ching-hung, berpendapat bahwa mereka akan langsung mengimpor amonia pada masa mendatang. Namun, pihaknya masih harus melakukan penelitian lebih lanjut perihal bagaimana cara membangun rantai pasokan amonia.

Cheng Ching-hung mengatakan, "Saat ini memang produksi dalam negeri (Taiwan) tidak mencukupi, sebagian besar bergantung pada impor. Amonia dapat hadir dalam berbagai bentuk, dan kemungkinan di masa depan akan banyak mengimpor komponen amonia secara langsung. Untuk hal ini, kami akan mengandalkan Sumitomo Corporation, yang akan melakukan serangkaian penelitian tentang rantai pasokan amonia, termasuk analisis harga. Kami akan melihat bagaimana kami dapat bekerja sama lebih lanjut berdasarkan hasil penelitian tersebut."

Taipower menjelaskan, selain campuran amonia, pihaknya telah menyelesaikan percobaan pembakaran campuran hidrogen 5% di PLT Xingda pada akhir tahun 2023. Selanjutnya, akan dipertimbangkan untuk memperpanjang waktu pembakaran dan meningkatkan proporsi campuran pembakaran.

Terkait penangkapan karbon, zona demonstrasi pengurangan karbon di PLT Taichung akan memulai uji coba pada tahun ini, dengan target penangkapan karbon setiap tahun mencapai 2.000 ton.

Komentar

Terbarumore