(Taiwan, ROC) --- Kegiatan memperingati Insiden 228 tahun ini mengusung tema "Perdamaian - Memori Keadilan Berkelanjutan". Upacara peringatan diadakan oleh otoritas pusat pada Rabu hari ini (28/2) di Kabupaten Chiayi.
Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) hadir dalam kegiatan di hari ini. Tidak hanya ikut serta dalam momen mengheningkan cipta di tempat, tetapi Beliau juga mewakili untuk prosesi pemberian bunga.
Dalam pidatonya, Presiden menyatakan bahwa keadilan transisional bukanlah menargetkan partai politik tertentu, melainkan dalam demokrasi politik, pemerintah bertanggung jawab atas tindakan ilegal negara di masa lalu, yang berada di bawah pemerintahan otoriter.
Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki kerusakan, serta jujur menghadapi masa lalu sejarah Taiwan, sehingga mekanisme demokrasi Taiwan dapat semakin berevolusi.
Kegiatan memperingati Insiden 228 tahun ini mengusung tema "Perdamaian‧Memori Keadilan Berkelanjutan". Upacara peringatan yang diadakan oleh otoritas pusat dihelat pada Rabu pagi hari (28/2) di Alun-alun Pemerintah Kabupaten Chiayi, serta di Taipei, dan Tainan. Masing-masing kawasan mengadakan pameran khusus, festival musik, sharing buku baru, dan pemutaran film.
Dalam pidatonya, Kepala Negara menyatakan bahwa Insiden 228 memicu keinginan rakyat Taiwan akan demokrasi dan kebebasan. Namun pemerintahan otoriter di kala tersebut malah menekan pertumbuhan benih demokrasi, membawa Taiwan ke era Teror Putih.
Beliau menekankan bahwa masa lalu yang sulit ini adalah luka sejarah Taiwan, untuk menyembuhkan luka, kita harus memahami penyebab luka tersebut.
Hanya dengan menghadapi kebenaran secara jujur dan mau untuk saling mendengarkan, maka kita dapat menjahit luka dan melakukan rekonsiliasi sejati. Dengan demikian, sejarah masa lalu yang kelam tidak lagi menjadi penyebab perpecahan Taiwan.
Kepala Negara juga menyatakan, dalam delapan tahun terakhir, pemerintah telah secara sistematis mendorong upaya keadilan transisional, termasuk pembuatan "Undang-Undang Partai Politik", "Undang-Undang Promosi Keadilan Transisional", "Undang-Undang Organisasi Museum Hak Asasi Manusia Nasional", dan "Undang-Undang Arsip Politik".
Pemerintah juga telah mendirikan organisasi dan mekanisme khusus sebagai motor dari keadilan transisional. Presiden menekankan bahwa keadilan transisional tidak ditujukan pada partai politik tertentu.
Presiden Tsai mengatakan, "Keadilan transisional tidak dimaksudkan untuk menargetkan partai politik tertentu, melainkan karena pemerintah dalam demokrasi politik harus bertanggung jawab atas tindakan ilegal negara di masa lalu, yang notabene berada di bawah pemerintahan otoriter, untuk memperbaiki kerusakan, serta harus jujur menghadapi masa lalu sejarah Taiwan. Dengan demikian, mekanisme demokrasi Taiwan dapat semakin diperdalam dan berevolusi."
Beliau juga menekankan bahwa setelah melewati upaya selama bertahun-tahun, Yayasan 228 telah mengompensasi 2.340 korban yang terbukti dirugikan, dan menemukan lebih dari 4.000 korban potensial lainnya.
Dalam proses membuka arsip sejarah, juga memungkinkan dua korban untuk mengonfirmasi kebenaran penderitaan mereka, yang menunjukkan bahwa pemerintah masih dapat melakukan lebih banyak dalam mengejar kebenaran sejarah.
Oleh karena itu, Presiden Tsai telah meminta tim keamanan nasional untuk mendeklasifikasi dan membuka lebih banyak arsip politik dengan sikap yang lebih terbuka, agar upaya keadilan transisional dapat terus berlanjut.
Presiden kemudian akan memberikan sertifikat penghormatan dan berharap semua pihak tidak melupakan atau takut untuk mengingat, karena hanya dengan menghadapi, kita bisa terus mempererat dialog dan mengejar keberlanjutan demokrasi.