History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Festival Lentera, Kenali Sejarah, Kebiasaan dan Pantangan di Hari Ini

  • 24 February, 2024
  • 尤繼富
Festival Lentera, Kenali Sejarah, Kebiasaan dan Pantangan di Hari Ini
Festival Lentera, Kenali Sejarah, Kebiasaan dan Pantangan di Hari Ini. 圖/UNSPLASH

(Taiwan, ROC) --- Festival Lentera, dikenal juga sebagai Festival Shangyuan上元節, 小正月 (xiǎo zhēng yuè),  Malam Yuanxiao 元夕, atau Tahun (Baru) Kecil 小年, merupakan perayaan tradisional Tiongkok yang diadakan pada tanggal 15 bulan pertama dalam kalender Lunar (Imlek).

Tanggal ini menandai bulan purnama pertama yang menandai kedatangan musim semi. Festival ini dianggap sebagai penutup dari periode Tahun Baru Imlek dan merupakan festival penting pertama setelah liburan Tahun Baru Imlek.

Diceritakan dalam "雙頭牡丹燈記 Shuāng Tóu Mǔdān Dēng Jì" oleh Qu You (瞿佑) dari era Dinasti Ming, "Setiap tahun di malam Yuanxiao, lentera dinyalakan selama lima malam di Mingzhou. Seluruh penduduk kota, pria maupun wanita, diberi kebebasan untuk menikmati pemandangan tersebut".

Pemuda dan pemudi mengambil kesempatan ini untuk keluar menikmati lentera dan saling bertegur sapa, sehingga di beberapa wilayah Asia Tenggara, festival ini juga dikenal dengan sebutan "Hari Kasih Sayang Tiongkok".

Dalam agama Buddha, ada tradisi menyalakan lentera pada tanggal 15 bulan pertama penanggalan Imlek, sebagai penghormatan kepada Buddha. Sementara itu, dalam Taoisme, Festival Shangyuan memiliki keterkaitan dengan salah satu Dewa yang terdapat dalam "三官大帝" (Sān Guān Dàdì).

"三官大帝" (Sān Guān Dàdì) merujuk kepada tiga dewa utama dalam Taoisme yang mengatur tiga aspek utama keberadaan manusia dan alam semesta: Surga (Langit) (天官 Tiān Guān), Bumi (地官 Dì Guān), dan Air (水官 Shuǐ Guān).

Mereka dianggap sebagai pelindung dan pemberi berkah dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan, kekayaan, dan keselamatan.

太平春市圖 (Tàipíng Chūn Shì Tú), yang berarti "Lukisan Pasar Musim Semi yang Damai", adalah sebuah lukisan gulungan tangan Tiongkok yang dibuat oleh seniman 丁觀鵬 (Dīng Guānpéng). Lukisan ini menggambarkan suasana pasar yang ramai dan meriah pada musim semi di Tiongkok. (圖/維基百科)

Sejarah

Ada banyak versi yang menceritakan tentang asal-usul Festival Lentera. Yang paling awal dapat ditelusuri kembali ke era Dinasti Qin dan Han.

Di akhir Dinasti Qin, sudah ada kebiasaan "menyalakan lentera pada tanggal 15 bulan pertama".

Awalnya disebut "Shang Yuan," merupakan hari di mana para petani berdoa untuk panen yang melimpah. Orang-orang membawa obor di ladang untuk mengusir serangga dan hama, berharap untuk mengurangi kerusakan oleh hama dan berdoa untuk panen yang baik.

Ada pula versi yang mengatakan, Kaisar Ming dari Han yang sangat percaya pada ajaran Buddha, mendengarkan saran dari Cai Yin (蔡愔), memerintahkan pada malam tanggal 15 bulan pertama untuk "menyalakan lentera sebagai perwakilan Buddha" di dalam istana. Semenjak itu masyarakat meniru perbuatan tersebut, semua menyalakan lentera untuk memuja Buddha.

Pada akhir Dinasti Han Timur, perayaan Festival Lentera sebagai sebuah festival mulai terbentuk secara resmi.

元宵節小孩提燈籠、貨郎售賣玩具

Suasana ramai saat Festival Lentera tiba telah berlangsung sejak dulu kala. Seluruh penduduk kota, pria maupun wanita, jalan-jalan menikmati aktivitas hiburan. (圖/維基百科)

Pada awal Dinasti Sui, Festival Lentera perlahan-lahan terbentuk secara menyeluruh. Pada masa Dinasti Tang, apresiasi terhadap lentera pada festival ini sangat berkembang, baik di ibu kota maupun di kota-kota kecil, di mana-mana tergantung lentera berwarna-warni.

Orang-orang juga membuat roda lentera, pohon lentera, tiang lentera yang besar, dengan kota dipenuhi cahaya berkilauan yang sangat meriah dan ramai.

Pada masa Dinasti Song, Festival Lentera menjadi lebih beragam dan warna-warni. Perayaan menikmati lentera berlangsung selama lima hari, dengan berbagai jenis lentera yang rumit dan menarik.

Penyair Xin Qiji (辛棄疾) menulis, "Angin timur meniupkan ribuan pohon bunga di malam hari, lebih lagi meniup jatuh, bintang seperti hujan", menggambarkan bahwa Festival Lentera di era Dinasti Song diwarnai dengan banyaknya lentera dan kembang api seperti hujan bintang.

Saat itu juga muncul tradisi menebak teka-teki lentera, yaitu menulis berbagai teka-teki pada kertas dan menempelkannya pada lentera. Siapa yang bisa menebak akan mendapatkan hadiah kecil. Kegiatan hiburan dan edukasi ini disukai oleh banyak orang dan akhirnya tersebar dengan sangat cepat.

明代元宵節宮中張燈結綵

Perayaan Festival Lentera di era Dinasti Ming (圖/維基百科)

Pada zaman Dinasti Ming dan Qing, Festival Lentera dianggap oleh masyarakat sebagai penutup perayaan Tahun Baru Imlek, dengan melaksanakan berbagai aktivitas yang semakin beragam, misal makan Tangyuan (湯圓), menikmati keindahan lentera, dan mengikuti parade.

Parade di atas meliputi berbagai pertunjukan seni tradisional seperti berjalan di atas egrang, pertunjukan perahu darat (旱船), tarian naga, tarian barongsai, tarian Yangge (秧歌), dan mengangkat pavilion (抬閣).

Menyaksikan kembang api menjadi puncak dari Festival Lentera.

清代元宵節景象

Perayaan Festival Lentera di era Dinasti Qing (圖/維基百科)

Pada era Dinasti Ming, Festival Lentera berlangsung lebih lama, mulai dari tanggal 8 bulan pertama hingga malam tanggal 17, berlangsung selama sepuluh hari penuh, sebagai simbol dari kedamaian dan kemakmuran, yang juga merupakan Festival Lentera terpanjang dalam sejarah Tiongkok.

Selama Dinasti Qing, festival ini hanya berlangsung selama tiga hari, tetapi keindahan lentera yang memukau dan lebih mendetail tetap menarik perhatian banyak orang. Istana Kerajaan pada masa Dinasti Ming juga merayakan festival lentera, dengan meniru kebiasaan rakyat, yakni mendirikan pasar di dalam istana, menampilkan pertunjukan akrobat, melepaskan kembang api, dan anak-anak yang membawa lentera sambil berkeliling.

Pantangan Selama Festival Lentera:  

Ingin mempertahankan keberuntungan finansial? Pakar kartu tarot PURE.MO(清水孟國際塔羅小孟老師), mengingatkan untuk tidak melakukan hal-hal berikut agar keberuntungan finansial Anda tidak menghilang:

1. Jangan meminjamkan uang: Pada hari Festival Lentera, tidak boleh meminjamkan uang, karena hal itu akan meminjamkan seluruh keberuntungan Anda.

2. Tidak disarankan untuk memotong atau mencuci rambut: Rambut melambangkan "kemakmuran". Memotong rambut pada Festival Lentera melambangkan pemotongan kekayaan finansial, dan mencuci rambut menandakan aliran uang yang besar.

3. Tidak cocok untuk renovasi: Memukul (memaku) rumah akan memukul pergi keberuntungan dan kekayaan finansial.

4. Tong beras tidak boleh kosong: Tong beras yang kosong menandakan pemutusan pasokan, melambangkan kehabisan uang.

5. Pakaian tidak boleh robek: Hindari kehilangan kekayaan finansial.

6. Jangan mengetuk mangkuk saat makan: Jangan mengetuk mangkuk saat makan, berhati-hatilah agar di masa depan tidak kehabisan uang dan menjadi pengemis.

7. Jangan makan es: Dewa 寒丹爺 (Hán Dān Yé) takut akan kedinginan, dan menurut legenda, jika Anda makan terlalu banyak es, maka Dewa 寒丹爺 (Hán Dān Yé) akan menjauh, yang juga berarti kekayaan Anda akan menjauh.

8. Tidak cocok untuk pindah rumah: Akan memindahkan seluruh keberuntungan.

9. Jangan biarkan rumah terlalu gelap: Rumah yang terlalu gelap melambangkan masa depan yang suram, pada zaman kuno orang akan menyalakan lampion pada Festival Lentera.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Festival Lentera Tiba?

元宵節「湯圓噎傷」事件增!醫曝自救時機別拍背也別挖| 生活新聞| 生活| 聯合新聞網

圖/YAHOO台灣

1. Makan Yuanxiao 元宵 dan Tangyuan 湯圓

Apa yang harus dimakan di Festival Lentera? Tentu saja, Yuanxiao atau Tangyuan adalah makanan wajib! Yuanxiao, dibuat dengan menggulingkan isian ke dalam tepung kering sampai membentuk bola ketan, simbol dari kebulatan bulan dan kebersamaan keluarga, juga berarti persembahan untuk bulan.

Yuanxiao memiliki berbagai nama lain seperti Mianjian (麵繭), Fenguo (粉果), Yuanbao (元寶), Tangbing (湯餅), dan Yuanbuluojiao (圓不落角).

Perbedaan antara Yuanxiao dan Tangyuan terletak pada cara pembuatannya; Yuanxiao dibuat dengan meletakkan isian di atas tepung kering lalu digulingkan, sementara Tangyuan dibuat dengan membungkus isian menggunakan adonan ketan yang lembap.

赏灯猜谜走百病,原来古代人这样过元宵节_手机搜狐网

Menikmati indahnya lentera dan menebak teka-teki. 圖/SOHU.com

2. Menikmati Lentera dan Menebak Teka-teki

Pada zaman Dinasti Tang, menikmati lentera pada Festival Lentera sangat populer, di mana orang-orang akan keluar di malam hari untuk mengagumi pohon lentera dan tiang lentera raksasa.

Pada zaman Dinasti Song, permainan menebak teka-teki lentera mulai muncul, dengan teka-teki ditulis di kertas dan ditempelkan pada lentera. Orang yang menebak jawaban dengan benar akan mendapatkan hadiah. Tradisi menikmati lentera ini telah berlanjut hingga zaman modern.

Dalam bahasa Min Nan, Hakka, Fuzhou, dan bahasa lainnya, kata "lentera" dan "tambah" memiliki bunyi yang serupa, sehingga orang-orang akan menggantung lentera di rumah, menyalakan lampu, atau membiarkan anak-anak membawa lentera, yang melambangkan harapan untuk penambahan anggota keluarga baru.

舞龙舞狮庆新春_图片新闻_中国政府网_中国体育彩票网

圖/YAHOO台灣

3. Parade Hiburan

Pada periode Dinasti Ming dan Qing, perayaan Festival Lentera menjadi semakin meriah dan beragam, mulai muncul pertunjukan budaya seperti berjalan di atas engrang, tari naga, tari singa (barongsai), dan kegiatan lainnya.

Komentar

Terbarumore