(Taiwan, ROC) – Taiwan dan India telah menandatangani MoU mengenai pekerja migran, dan setelah menyelesaikan proses pertukaran dokumen, hal tersebut akan dilaporkan kepada Yuan Eksekutif untuk diajukan dan dipertimbangkan oleh Yuan Legislatif. Menteri Tenaga Kerja, Hsu Ming-chun (許銘春) saat berada di Yuan Legislatif pada 20 Februari lalu mengemukakan, MoU antara Taiwan dan India hanyalah kerangka kerja awal dan selanjutnya akan ada diskusi mengenai jumlah pekerja yang akan didatangkan, serta terkait sektor-sektor industri yang akan dibuka, daerah asal, persyaratan bahasa, dll. Hsu Ming-chun (許銘春) juga menekankan bahwa jika kesepakan pekerja migran India tercapai, maka akan mengadakan uji coba dalam jumlah kecil terlebih dulu, dan tidak ada situasi di mana akan mendatangkan sebanyak 100.000 pekerja migran India.
MoU tentang pekerja migran antara Taiwan dan India telah ditandatangani pada Sabtu (16/2) yang lalu. Setelah menyelesaikan proses pertukaran dokumen, MoU tersebut dilaporkan kepada Yuan Eksekutif guna diajukan kepada Yuan Legislatif untuk diperiksa.
Menaker Hsu Ming-chun (許銘春) ketika menerima wawancara pada 20 Februari lalu menyatakan, MoU antara Taiwan dan India hanyalah kerangka kerja awal. Selanjutnya akan ada pertemuan di tingkat pekerjaan untuk membahas jumlah pekerja, sektor industri yang dibuka, daerah asal, dan persyaratan bahasa. Dirinya menekankan bahwa ini adalah kolaborasi pertama antara kedua belah pihak, dan keduanya perlu beradaptasi. Menaker menegaskan, program uji coba pekerja migran India akan dilakukan dalam jumlah kecil terlebih dahulu, dan tidak ada rencana untuk mendatangkan sebanyak 100.000 pekerja migran India seperti yang dikhawatirkan oleh banyak orang.
Menanggapi industri-industri tertentu yang akan dibuka untuk pekerja migran India, Hsu Ming-chun (許銘春) menyatakan bahwa pekerja migran India memiliki keahlian dalam berbagai bidang, seperti manufaktur, pertanian, dan perawatan sosial yang sesuai dengan industri-industri yang saat ini telah dibuka oleh Taiwan untuk pekerja migran. Namun, keputusan akhir akan tergantung pada permintaan dari pihak pengusaha dan akan dibahas lebih lanjut.
Hsu Ming-chun (許銘春) menuturkan, penambahan India sebagai negara sumber pekerja migran hanya memberikan pilihan lebih kepada pengusaha, tetapi kebijakan pemerintah terkait pembukaan pekerja migran dan kualifikasi untuk mengajukan permohonan tidak berubah. Pemerintah masih memprioritaskan penempatan tenaga kerja lokal, dan pekerja migran asing hanya dipekerjakan guna mengatasi kekurangan tenaga kerja.
Dirinya menambahkan, setelah pekerja migran India tiba di Taiwan, maka pihaknya akan merencanakan konseling dwibahasa dan layanan penjemputan guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pekerja migran India.