(Taiwan, ROC) --- Sebuah speedboat berkebangsaan Tiongkok yang masuk ke perairan Kinmen secara ilegal untuk menangkap ikan secara tidak sengaja terbalik. Tidak adanya rekaman penuh atas insiden ini oleh Coast Guard Administration (CGA) membuat proses penegakan sedikit tersendat dan menimbulkan diskusi.
Pada Rabu hari ini (21/2), CGA kembali menyatakan bahwa kapal dinas tersebut tidak dilengkapi dengan sistem pengawasan secara keseluruhan, dan kejadian ini hanya berlangsung selama 5 menit. Karena pengejaran di laut dan durasi yang singkat, membuat proses perekaman sulit dilakukan. Meski demikian, hal di atas tidak mempengaruhi kebenaran sebenarnya dari peristiwa tersebut.
CGA percaya bahwa proses penyelidikan oleh lembaga peradilan pasti dapat menguak fakta, dan berharap masyarakat percaya pada penyelidikan yudisial Taiwan.
Setelah kejadian terbaliknya speedboat Tiongkok, publik berharap CGA segera mempublikasikan rekaman proses penegakan hukum. Namun, setelah informasi terkait diungkap oleh media, CGA menyatakan pada Selasa (20/2) bahwa proses penegakan hukum tersebut tidak direkam sepenuhnya.
CGA menjelaskan bahwa kapal yang bertanggung jawab atas misi ini, CP-1051, tidak dilengkapi dengan sistem pengawasan di seluruh kapal. Selama bertugas, personel CGA harus menggunakan peralatan kamera portabel yang tersedia di kapal untuk mengumpulkan bukti, yang ditempatkan di area kokpit.
Jika terjadi situasi mendadak seperti pemeriksaan kapal atau keadaan darurat, personel yang bertanggung jawab akan menggunakan peralatan untuk mengumpulkan bukti.
Namun, selama penegakan hukum kali ini, dari 4 orang di dalam kapal, 1 orang bertugas untuk mengamati, mengawasi, dan mengumpulkan bukti.
Namun, karena kapal lawan bergerak zig-zag dikarenakan menolak inspeksi guna melarikan diri, serta melakukan manuver di depan kapal patroli dan berlayar mengelilingi dalam kecepatan tinggi, membuat kontak fisik antar kedua kapal pun terjadi.
Hal di atas membuat staf CGA harus fokus untuk menjaga keseimbangan, dan di saat yang sama harus bersiap untuk pemeriksaan, yang mengakibatkan mereka yang bertugas mengumpulkan bukti tidak dapat mengambil peralatan sesegera mungkin.
CGA melanjutkan, karena tidak dapat merekam seluruh proses, maka ini menyebabkan tidak bisa menampilkan fakta kunci secara lengkap, yang kemudian memicu keraguan dari keluarga korban dan publik. Namun demikian, kebenaran faktual dari insiden ini tidak terpengaruh sama sekali.
Komisaris khusus CGA, Zao Jun (趙君), mengatakan, "Taiwan adalah negara yang sangat taat hukum, kami memiliki sistem yudisial yang lengkap, kami percaya proses penyelidikan oleh lembaga yudisial pasti dapat mengungkap fakta sebenarnya, dan kami berharap semua sektor masyarakat percaya pada penyelidikan yudisial Taiwan."
CGA menyatakan rasa simpati yang dalam terhadap penderitaan keluarga korban, dan akan memberikan dukungan penuh kepada mereka untuk mengikuti prosedur selanjutnya.
CGA juga akan memberikan penjelasan lengkap tentang kasus terkait setelah keluarga korban tiba di Kinmen.
Kasus di atas akan diserahkan kepada lembaga yudisial untuk diselidiki, dan di bawah arahan jaksa, akan ditangani secara terbuka dan transparan. Mekanisme yang ada diharapkan dapat memungkinkan seluruh anggota keluarga terlibat dalam proses inspeksi.